SCG Indonesia Pastikan Semen Rendah Karbon Tak Turun Kualitas

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Industri semen berada di bawah tekanan ganda.

Di satu sisi, kebutuhan pembangunan nasional tetap tinggi.

Di sisi lain, tuntutan dekarbonisasi kian menguat seiring komitmen Indonesia menuju net zero emission pada 2060. 

Di tengah situasi tersebut, SCG Indonesia mempercepat transformasi operasionalnya melalui pengembangan semen rendah karbon, dan peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif berbasis sampah atau refuse-derived fuel (RDF).

Presiden Direktur SCG Indonesia Pattaraphon Charttongkum (Palm) menegaskan, keberlanjutan kini menjadi bagian dari arah bisnis, bukan lagi sekadar program tanggung jawab sosial perusahaan.

“Tujuan bisnis kami adalah inklusif green growth."

"Kami mengembangkan semen karbon rendah."

"Meskipun kita meng-dekarbonisasi proses produksi, kualitasnya masih bagus."

"Setidaknya kita ingin mencapai standar regulasi, atau bahkan lebih baik,” ujar Palm dalam bincang Meet the Leaders bersama Warta Ekonomi, dikutip pada Selasa (24/2/2026).

Langkah tersebut ditempuh di tengah karakter industri semen yang dikenal sebagai sektor hard-to-abate.

Secara global, industri ini menyumbang sekitar 7–8% emisi karbon dunia, terutama berasal dari proses kalsinasi batu kapur, yang secara kimiawi melepaskan CO₂ serta pembakaran bahan bakar fosil pada kiln bersuhu tinggi.

Palm menjelaskan, pengembangan semen rendah karbon dilakukan melalui optimalisasi komposisi dan peningkatan efisiensi proses produksi, guna menekan intensitas emisi tanpa mengorbankan mutu produk.

Strategi ini dinilai penting, karena pasar konstruksi mulai memperhatikan aspek keberlanjutan dalam rantai pasoknya.

Selain inovasi produk, perusahaan juga mengurangi ketergantungan pada batu bara sebagai sumber energi utama.

SCG Indonesia memanfaatkan RDF yang berasal dari pengolahan sampah non-organik, untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif dalam proses produksi.

“Kami mencoba mengurangi bakar fosil dengan bakar alternatif."

"RDF adalah salah satu bahan bakar alternatif yang kami gunakan untuk mengurangkan bahan bakar fosil."

"Kami berkolaborasi dengan pemerintah Sukabumi, kami mencari sampah dari rumah-rumah,” jelas Palm.

Kolaborasi dengan pemerintah daerah tersebut memungkinkan pemanfaatan sampah rumah tangga sebagai sumber energi industri.

Skema ini dinilai memberikan manfaat ganda: menekan konsumsi batu bara, sekaligus membantu mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA).

Transformasi ini juga diposisikan sebagai bagian dari kontribusi perusahaan terhadap target nasional.

“SCG ingin menjadi bagian untuk membuat Net Zero Indonesia target sukses."

Baca Juga: Semen Hijau Jadi Mesin Pertumbuhan Produksi SCG

"Jika kita tidak melakukannya sekarang, kita harus melakukannya nanti juga, jadi kita harus mulai segera,” tegasnya.

Palm menambahkan, perubahan preferensi konsumen mulai terlihat, di mana aspek lingkungan menjadi pertimbangan dalam pemilihan produk bahan bangunan.

“Sekarang pelanggan membeli produk, mereka bisa melihat produk ini hijau atau tidak,” imbuh Palm.

Dengan kombinasi inovasi produk dan penyesuaian energi, SCG Indonesia berharap mampu menjaga daya saing di tengah persaingan industri semen yang ketat, sekaligus mempercepat kontribusi terhadap agenda dekarbonisasi nasional. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
China Batasi Ekspor Barang ke 20 Perusahaan Jepang, Dinilai Dukung Militer
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Penganiaya Petugas SPBU di Cipinang Ternyata Bukan Polisi, Ini Faktanya Kata Polda
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Lewat Podcast Denny Sumargo, Orang Tua Nizam Ungkap Kronologi Anaknya Dianiya Ibu Tiri Hingga Tewas
• 10 jam laludisway.id
thumb
AS Bisa Akses Mineral Kritis RI, Bahlil: Sampai Hilirisasi!
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir Minta TPID Turun ke Pasar Kendalikan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran
• 22 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.