CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Hujan deras yang mengguyur Kota Makassar sejak Senin (24/2/2026) malam hingga Selasa (25/2) siang menyebabkan halaman kompleks UPT SPF SD Negeri Pongtiku, Jalan Pongtiku, Kelurahan Timungan Lompoa, Kecamatan Bontoala, tergenang banjir setinggi mata kaki orang dewasa.
Genangan memenuhi bagian depan sekolah. Sejumlah siswa terpaksa meniti balok kayu nonpermanen agar bisa masuk ke area sekolah. Sebagian lainnya melepas sepatu supaya tidak basah saat melintasi air.
Wilayah tersebut memang kerap tergenang saat hujan deras. Namun pihak sekolah menyebut kondisi kali ini berbeda. Air disebut rutin meluap setelah perbaikan saluran drainase di depan sekolah sekitar sebulan lalu.
Plt Kepala UPT SPF SD Negeri Pongtiku 1, Syahruni, mengaku telah memantau langsung kondisi tersebut. Ia menyebut genangan selalu muncul di bagian depan sekolah setiap hujan turun.
“Saya sudah pantau di depan, semenjak sudah diperbaiki salurannya airnya itu sudah meluap setiap hujan walaupun tidak deras, pasti banjir yang di depan, tapi yang di dalam tidak,” ujarnya.
Menurutnya, genangan menimbulkan ketidaknyamanan sekaligus kekhawatiran terhadap keselamatan siswa karena kondisi menjadi licin.
“Kalau saya lihat sangat bermasalah, kasihan anak-anak sepatunya basah, apalagi kalau sudah naik airnya,” katanya.
Ia menjelaskan, sekolah rutin menggelar kerja bakti untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tengah bersiap menuju Adiwiyata Nasional. Namun persoalan drainase dinilai di luar kemampuan sekolah.
“Saya juga bingung mau gunakan dana apa untuk memperbaiki,” ucapnya.
Kekhawatiran juga disampaikan orang tua siswa. Aminah, wali murid yang setiap hari mengantar dan menjemput anaknya, mengaku was-was.
“Seharusnya ada pembuangan keluar karena kasihan anak-anak basah sepatunya. Baru ini, biasanya tidak,” tuturnya.
Ia menambahkan, genangan licin berpotensi membuat siswa terjatuh. Bahkan, menurutnya, sudah ada anak yang terbentur.
“Was-was sebagai orang tua anak-anak, karena kalau jatuh, licin lagi, sudah ada kejadian terbentur,” katanya.
Meski demikian, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Pihak sekolah berharap ada evaluasi sistem drainase di depan kompleks agar genangan tidak kembali terjadi setiap kali hujan turun.
Laporan: Rifki




