Tips Merawat Motor Setelah Kehujanan, Cegah Karat dan Performa Menurun

medcom.id
4 jam lalu
Cover Berita
Bandung: Musim hujan menjadi tantangan bagi pengendara motor. Setelah menembus hujan dan kemacetan, banyak pemilik motor langsung memarkir kendaraan tanpa perawatan lanjutan.
 
Padahal, air hujan mengandung zat asam serta membawa kotoran dan pasir yang dapat merusak komponen jika dibiarkan terlalu lama. Jika tidak segera dibersihkan, sisa air hujan dapat memicu karat, jamur pada bodi, hingga gangguan pada sistem pengereman dan rantai.
 
Agar performa tetap optimal dan tampilan motor terjaga, berikut langkah-langkah perawatan motor dari Daya Adicipta Motora setelah kehujanan. 1. Segera Bilas dengan Air Bersih Langkah paling penting adalah membilas motor menggunakan air bersih. Air hujan memiliki tingkat keasaman yang dapat mempercepat korosi pada bagian logam.

Siram seluruh bagian motor untuk menghilangkan lumpur, pasir, dan sisa air hujan yang menempel. Jangan menunggu hingga kering karena noda air (water spot) dan jamur akan lebih sulit dibersihkan. Baca Juga:
Kementerian Perindustrian Dorong Produksi Pick-up Nasional 2. Bersihkan Area Kaki-kaki dan Rem Bagian bawah motor paling rentan terkena kotoran saat hujan. Pasir dan kerikil kecil dapat terselip di piringan rem (disc brake) atau kaliper.
 
Jika dibiarkan, kotoran ini bisa menyebabkan bunyi decit atau menggores piringan rem. Gunakan sikat halus atau semprotan air bertekanan untuk membersihkan area kaki-kaki secara menyeluruh. 3. Periksa dan Lumasi Rantai Untuk motor dengan rantai terbuka seperti motor bebek dan sport, air hujan dapat melunturkan pelumas rantai (chain lube).
 
Setelah motor dibilas dan dikeringkan, semprotkan kembali pelumas rantai agar tidak kering dan berkarat. Rantai yang terawat membuat tarikan lebih ringan dan mengurangi suara berisik saat berkendara. 4. Keringkan Bagian Penting Jangan biarkan motor dalam kondisi basah saat diparkir di garasi. Gunakan kain microfiber atau kanebo untuk mengeringkan bodi, jok, area saklar, dan lubang kunci. Air yang tersisa di area kelistrikan berpotensi menyebabkan korsleting atau karat pada komponen tertentu. Baca Juga:
Agrinas Pangan Nusantara Impor 35 Ribu Mobil Pikap, GAIKINDO Geleng-Geleng! 5. Cek Kondisi Filter Udara Hujan deras atau genangan tinggi bisa membuat air masuk ke dalam box filter udara. Jika filter basah, suplai udara ke ruang bakar terganggu sehingga motor terasa brebet dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
 
Periksa lubang pembuangan air pada bagian bawah filter udara untuk memastikan tidak ada air yang tertahan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Great Institute: Penundaan impor mobil India, DPR pro industri lokal
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Menhub: Puncak Arus Mudik 18 Maret 2026
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Banyak yang Kalap Makan Takjil Saat Berbuka Puasa, Ahli Gizi Ungkap Risikonya
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Guru Besar ITS Soroti Impor 105 Ribu Pikap, Usul Skema Campuran demi Industri Nasional
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Venansius Terpidana Penipuan Dicecar Hakim di Sidang Hermanto Oriep
• 23 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.