Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Rini Widyantini menjelaskan mekanisme ASN yang akan dilatih menjadi Komponen Cadangan (Komcad). Ia mengatakan, pelatihan ASN untuk menjadi Komcad bisa melalui tugas instansi atau secara sukarela.
“Bisa penugasan, tapi bisa juga sukarela. Tapi kalau sukarela kalau dia enggak memenuhi syarat juga enggak bisa,” ujar Rini kepada wartawan di Kantor Kemenpan RB, Jakarta pada Selasa (24/2).
Rini menjelaskan, tidak semua ASN bisa ikut pelatihan Komcad. Ia mengatakan, ada persyaratan yang harus dipenuhi, termasuk seleksi oleh Kementerian Pertahanan.
“Jadi Komcad itu adalah bagian dari keikutsertaan pemerintah untuk kaitannya dengan bela negara. Tapi tidak semua pegawai ASN itu bisa menjadi Komcad,” tuturnya.
“Ada persyaratan-persyaratan di dalam undang-undang. Bahkan dari Kementerian Pertahanan pun ada kuota-kuotanya,” lanjutnya.
Selain itu, Rini juga memastikan meski ada pelatihan Komcad bagi ASN, fasilitas pelayanan publik tidak akan terganggu. Para ASN yang terpilih pelatihan menjadi Komcad akan mengikuti latihan selama 30 sampai 45 hari.
“Pelayanan publik kan harus tetap jalan begitu ya, tapi memang ada kewajiban kita untuk ikut sertakan tidak ikut Komcad besok langsung berangkat, enggak. Tapi memang disiapkan, ada kuotanya,” jelasnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto mengatakan Kementerian Pertahanan akan melatih 4.000 ASN menjadi Komcad. Pelatihan akan dimulai pada April mendatang.
“Jadi salah satu bentuk kesemestaan pertahanan kita itu adalah seluruh komponen bangsa terlibat di dalam pertahanan negara, salah satunya melalui bentuk komponen cadangan,” Donny di DPR, Selasa (10/2).
Jumlah 4.000 ini adalah gelombang pertama. Donny menyebut, ditargetkan seluruh ASN di Indonesia dilatih menjadi Komcad.
“Dan kita akan harapannya bisa menjadikan seluruh ASN Komcad, di awal ini kita akan mulai dengan 4.000 ASN yang akan kita didik Komcad dari semua kementerian, 49 KL itu kita sudah minta,” tambahnya.





