Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Tim Quick Response gabungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menggagalkan dugaan aktivitas distribusi bahan bakar minyak (BBM) ilegal di perairan Makassar, Sulawesi Selatan.
Operasi yang dipimpin satuan tugas Komando Daerah Maritim VI (Kodaeral VI) tersebut menyasar dua lokasi sekaligus, yakni perairan Makassar dan kawasan pergudangan Tamalanrea. Penindakan dilakukan sekitar pukul 00.06 WITA oleh tim gabungan intelijen dan unsur Visit, Board, Search and Seizure (VBSS).
Dalam operasi itu, petugas menghentikan aktivitas pemindahan BBM dari mobil tangki ke kapal jenis Self Propelled Oil Barge (SPOB) yang diduga berlangsung tanpa dokumen resmi.
Komandan Kodaeral VI Andi Abdul Aziz mengatakan operasi tersebut berhasil mengamankan sejumlah sarana yang diduga digunakan dalam praktik distribusi BBM ilegal.
Barang bukti yang diamankan meliputi dua unit kapal SPOB serta tujuh unit mobil tangki dengan kapasitas antara 5 kiloliter hingga 24 kiloliter. Dari hasil pemeriksaan awal, total muatan yang ditemukan mencapai sekitar 106 kiloliter solar yang diduga tidak dilengkapi dokumen sah.
“Seluruh kendaraan, kapal, serta kru dan pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut telah kami amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Andi dalam keterangan yang diterima, Selasa, 24 Februari 2026.
Menurut dia, para pelaku diduga melanggar sejumlah ketentuan hukum, antara lain Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran terkait kapal yang tidak memiliki dokumen resmi serta pelanggaran administrasi awak kapal.
Selain itu, penyidik juga mendalami dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja terkait penyalahgunaan pengangkutan dan niaga BBM bersubsidi pemerintah.
Andi menegaskan pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi praktik ilegal yang merugikan negara, khususnya yang berkaitan dengan distribusi energi.
“Kami tidak akan memberikan ruang sekecil apa pun bagi oknum yang mencoba bermain dengan sumber daya energi negara. Laut bukan tempat untuk aktivitas ilegal,” tegasnya.
Saat ini seluruh barang bukti telah diamankan oleh TNI AL. Aparat juga terus melakukan pendalaman guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas di balik dugaan distribusi BBM ilegal tersebut.
Editor: Redaksi TVRINews





