Bagi seorang Executive Chef, dapur sering kali dianggap sebagai medan tempur yang menuntut presisi teknis dan kecepatan tinggi. Namun, bagi Triyono, pria asal Solo yang kini menakhodai dapur INNSIDE by Melia Yogyakarta, rahasia kelezatan masakan tidak terletak pada timbangan bumbu yang akurat atau teknik memasak ala kapal pesiar Rusia yang pernah ia arungi. Baginya, kunci dari segala rasa hanyalah satu: hati.
Setelah melanglang buana menangani ribuan porsi makanan di Batam hingga berlayar keliling dunia, Triyono memilih melabuhkan pengabdiannya di Yogyakarta, kota yang dekat dengan tanah kelahirannya.
Pengalaman Triyono yang luas membentuk sebuah filosofi dalam dirinya, bahwa memasak adalah bentuk ibadah yang melampaui sekadar mengikuti lembaran resep.
“Kalau kita masakan untuk tamu, kita masak itu kan sebenarnya dari dasar hati ya, dari ibadah,” ujar Triyono kepada Pandangan Jogja, Rabu (4/2)
Ia percaya, sebuah resep bisa ditiru oleh siapa saja. Namun, rasa yang lahir dari ketulusan niat adalah sesuatu yang tidak bisa dipalsukan.
“Di luar resep, kita seorang chef atau seorang koki dan lain-lain harus punya semuanya, harus dari hati. Kayak ibu-ibu kita loh, kalau masak tabur garam, tabur ini, enak aja rasanya karena semua dari sini (hati) dulu. Terus dari hati yang senang, rasa yang tulus, ya apa pun bisa jadi enak,” tuturnya.
Saat menyebut prinsip “memasak dengan hati”, Triyono tak sedang bermanis mulut semata. Baginya, hal itu merupakan pegangan hidup yang telah teruji saat ia berada di titik terendah dalam hidup.
Triyono mengenang salah satu momen menyesakkan saat ia harus bekerja di dapur untuk menyajikan ribuan porsi jamuan pernikahan. Di tengah hiruk-pikuk persiapan, sebuah kabar duka datang menghantam: adik perempuan satu-satunya meninggal dunia tak lama setelah melahirkan. Saat dunianya terasa runtuh, di waktu yang sama, ada ribuan tamu yang sudah menunggu hidangan di atas meja.
“Adik saya meninggal waktu itu. Pas ada wedding ribuan juga. Saya dengar adik meninggal, adik perempuan saya satu-satunya itu. Kalau pikiran sudah nggak enak, hati sudah kacau, kita mau masak kayak apa pun pasti rasanya sudah lari (nggak enak),” kenangnya.
Meski hatinya remuk, tanggung jawab profesional memaksanya untuk tetap berdiri tegak, mengontrol emosi, dan memastikan setiap piring yang keluar tetap membawa rasa yang sempurna.
Namun, kejadian itu tak ayal membuatnya sadar seberapa besar pengaruh kondisi hati terhadap kualitas masakan yang dihasilkan.
“Masak itu memang harus, satu, hati harus tenang, pikiran harus konsen. Nah, jadi nggak segampang yang kita bayangkan kan masak itu, apalagi dalam jumlah banyak,” ujarnya.
Kini, semangat yang sama ia bawa ke meja-meja iftar di INNSIDE by Melia Yogyakarta. Baginya, momen berbuka puasa bukan sekadar rutinitas musiman, melainkan ruang inklusif untuk berbagi kebahagiaan bagi semua kalangan, tanpa memandang latar belakang.
Dedikasi Triyono tahun ini hadir lebih megah dengan konsep hidangan yang mencakup cita rasa Nusantara, Asia, hingga Middle East. Para tamu akan dimanjakan dengan rotasi menu hot buffet harian seperti Ayam Woku Belanga hingga Dori Saus Padang, serta deretan stall spesial yang menjadi primadona, mulai dari Kambing Guling, Tengkleng, hingga nasi Biryani.
Tak ketinggalan, sentuhan manis dari Baklava dan Umm Ali disiapkan untuk memberikan pengalaman berbuka yang berbeda setiap harinya. Kemeriahan ini semakin lengkap dengan adanya undian voucher kamar serta F&B yang dibagikan setiap hari selama periode Ramadan sebagai bentuk apresiasi kepada para tamu.
Tamu yang ingin merasakan langsung racikan rasa “dari hati” Chef Triyono dapat menikmati paket Blissful Iftar di INNSIDE by Melia Yogyakarta dengan harga Rp158.000 per orang, lengkap dengan promo menarik "Beli 7 Gratis 1".
Bagi mereka yang ingin merencanakan momen berbuka lebih awal, tersedia penawaran spesial early bird seharga Rp100.000 per orang untuk reservasi minimal dua minggu sebelumnya. Marketing Communications Manager INNSIDE by Melia Yogyakarta, Stevy Vola, promo ini tersedia dalam jumlah terbatas lantaran antusiasme yang tinggi.





