IHSG Turun Lebih dari 1 Persen, Berikut Sentimen yang Membayangi

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun lebih dari 1 persen pada sesi II perdagangan Selasa (24/2/2026), di tengah meningkatnya tekanan risiko global.

IHSG Turun Lebih dari 1 Persen, Berikut Sentimen yang Membayangi. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun lebih dari 1 persen pada sesi II perdagangan Selasa (24/2/2026), di tengah meningkatnya tekanan risiko global.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG melemah 1,37 persen ke level 8.280,83. Nilai transaksi mencapai Rp29,38 triliun dan volume perdagangan 58 miliar saham.

Baca Juga:
Astragraphia (ASGR) Bukukan Laba Bersih Rp271 Miliar di 2025, Tumbuh 32 Persen

Tekanan sangat terasa di pasar, dengan 596 saham melemah, hanya 163 saham menguat, dan 199 sisanya stagnan.

Saham-saham big cap milik konglomerat menjadi penekan utama indeks acuan, mulai dari Grup Bakrie, Salim, Barito, hingga Sinar Mas.

Baca Juga:
IHSG Turun Lebih dari 1 Persen, Saham Big Cap Konglo Jadi Pemberat

Dalam riset yang terbit pada Selasa (24/2/2026), BRI Danareksa Sekuritas menilai tekanan datang dari kombinasi faktor eksternal yang kian kompleks dan berlapis. Salah satu pemicu utama adalah meningkatnya ketidakpastian kebijakan Amerika Serikat (AS).

Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana kenaikan tarif dagang hingga 15 persen. Pasar menilai langkah tersebut berpotensi menjadi babak awal perang dagang baru. Aset berisiko pun tertekan, sementara investor mulai melakukan rotasi ke instrumen safe haven.

Baca Juga:
Ignasius Jonan Duduki Dewan Komisaris SOHO hingga UNVR

Di sisi lain, tensi geopolitik antara AS dan Iran kembali memanas. Trump disebut memberikan ultimatum kepada Iran untuk menyepakati perjanjian baru.

Jika negosiasi gagal, opsi serangan udara terhadap fasilitas nuklir dan target strategis disebut terbuka. Pasar pun mulai melakukan antisipasi atau pricing in terhadap risiko konflik terbuka.

Sentimen global juga dibayangi instabilitas di Meksiko setelah tewasnya Nemesio “El Mencho” Oseguera Cervantes.

Peristiwa tersebut memicu gelombang kekacauan, termasuk blokade dan pembakaran di puluhan negara bagian, yang menambah lapisan ketidakpastian global.

Lonjakan volatilitas turut mempertegas sikap defensif investor. Indeks volatilitas CBOE (VIX) dilaporkan melonjak ke kisaran di atas 35-40, level yang mencerminkan stres tinggi di pasar keuangan global.

Kenaikan volatilitas berarti premi risiko melebar dan pelaku pasar cenderung menahan eksposur pada aset berisiko.

Sejalan dengan itu, tulis BRI Danareksa harga emas spot dunia kembali menembus level USD5.200 per troy ons, mencerminkan arus ekstrem menuju aset lindung nilai. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
NasDem Usul PT 7 Persen, PAN Punya Sikap Beda
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Sudan Tegaskan Proposal Damai dengan RSF Harus Jamin Kepentingan Nasional
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PT Pelabuhan Tanjung Priok Diganjar Gold Award di LCAP 2024/2025 Vision Awards
• 49 menit laluharianfajar
thumb
Kapan Perayaan Cap Go Meh 2026? Cek Tanggal dan Lokasi Perayaannya
• 6 jam laludisway.id
thumb
Survei Median: 55,7% Publik Yakin Pemerintah Tetap Konsisten Bela Palestina
• 23 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.