Seorang pria berinisial JP (35 tahun) membuat geger warga Desa Tepas, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Senin (23/2). Ia mengamuk sambil membawa senjata tajam golok serta melempari rumah warga dengan batu. Belakangan diketahui JP merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Pihak kepolisian pun harus melumpuhkan JP yang membawa golok di dalam rumahnya itu menggunakan pistol kejut.
Kapolsek Geneng AKP Haris Sunarto mengatakan JP ini ngamuk melempari rumah orang sembari membawa golok. Setelah beraksi, dia pulang ke rumahnya.
Setelah itu, polisi bersama perangkat desa mencoba membujuk JP untuk keluar dari rumah dengan baik-baik. Namun, tak membuahkan hasil.
JP tetap di dalam rumah sembari menenteng golok. Setelah negosiasi alot, petugas langsung merangsek ke dalam rumahnya dan melepaskan tembakan kejut ke JP.
"Pintu rumah didobrak. Dalam hitungan detik, petugas melepaskan pistol kejut untuk melumpuhkan JP tanpa menimbulkan luka serius," ujar Haris kepada wartawan, Selasa (24/2).
Selanjutnya, JP dibawa ke RSUD Ngawi untuk menjalani observasi kejiwaan dan perawatan lebih lanjut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
"Kami juga menurunkan tambahan personel Sabhara guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan," ucapnya.
Riwayat NgamukSalah satu warga, Suwarno, mengaku bahwa aksi JP mengamuk itu tak hanya sekali ini. Dalam waktu sekitar empat tahun terakhir ini, JP sering berkeliling kampung tanpa tujuan jelas.
Ia berteriak-teriak, melempar batu hingga membawa senjata tajam. Hal itu membuat kecemasan warga sekitar untuk beraktivitas.
Dengan adanya hal tersebut, warga pun melapor ke pihak kepolisian untuk mengamankan JP.
"Sudah lama kami resah. Takut kalau tiba-tiba dia datang sambil bawa golok," kata Suwarno.




