Bagaimana Cara Membayar Fidyah dengan Uang? Ini Hal yang Perlu Diperhatikan!

theasianparent.com
2 jam lalu
Cover Berita

Puasa Ramadan yang tertinggal karena uzur tertentu bisa diganti dengan qadha, fidyah (fidiah), atau kombinasi keduanya, tergantung kondisi seseorang. Bagi yang termasuk golongan wajib fidiah, kini banyak lembaga resmi yang memudahkan cara membayar fidyah dengan uang, sehingga lebih praktis dan tetap sesuai syariat.

Secara umum, fidyah adalah kewajiban memberi makan satu orang miskin untuk setiap hari puasa Ramadan yang ditinggalkan.

Awalnya, para ulama mensyaratkan fidyah berupa makanan pokok seperti gandum atau beras dengan takaran tertentu, misalnya 1 mud per hari menurut mazhab Syafii dan Maliki.

Namun, di banyak negara Muslim dan lembaga zakat modern, kebutuhan ini kemudian dikonversi ke bentuk uang agar lebih mudah disalurkan kepada fakir miskin.

Yuk, baca penjelasan lengkapnya di artikel ini. Gulir sampai habis, ya!

Artikel Terkait: Jangan Sampai Terlewat, Begini Cara Membayar Fidyah Ibu Hamil dan Menyusui Bagaimana Cara Membayar Fidyah dengan Uang?

Cara membayar fidyah dengan uang biasanya dilakukan dengan terlebih dulu menghitung berapa hari puasa yang ditinggalkan. Setelah itu, mengalikan dengan nominal fidyah per hari yang ditetapkan lembaga resmi seperti BAZNAS atau lembaga amil lainnya.

Misalnya, jika standar fidyah di suatu wilayah adalah sekian rupiah per hari, maka jumlah itulah yang dibayarkan dan disalurkan kepada mustahik (penerima yang berhak). Boleh sekaligus di akhir Ramadan atau dicicil selama Ramadan maupun setelahnya.

Berapa Rupiah Bayar Fidyah 1 Hari?

Besaran fidyah per hari berbeda-beda di tiap wilayah karena mengikuti harga makanan pokok setempat. BAZNAS, misalnya, menjelaskan bahwa fidyah setara dengan harga 1 mud atau sekitar 675 gram bahan makanan pokok untuk setiap hari yang ditinggalkan.

Kemudian, jumlah tersebut dikonversi ke rupiah sesuai harga beras atau bahan pokok di daerah tersebut.

Dalam salah satu ketentuan, nilai fidyah bahkan bisa ditetapkan angka tertentu per hari per jiwa. Misalnya, sekitar puluhan ribu rupiah per hari di wilayah kota besar.

Secara praktik, ada lembaga yang langsung menetapkan angka minimal fidyah. Misalnya, Rp15.000 per hari atau nominal lain yang dianggap cukup untuk memberi makan satu orang miskin sekali makan.

Selain itu, ada juga ulama yang menghitung fidyah dengan cara mengalikan harga beras per kilogram dengan takaran fidyah per hari, sehingga diperoleh kisaran tertentu per hari, misalnya sekitar Rp7.600–Rp12.100 per hari tergantung takaran dan harga beras yang diikuti.

Jika masih ragu, Parents bisa mengikuti ketentuan dari lembaga terpercaya di wilayah masing-masing agar lebih tenang dan terarah.

Berapa kg Beras untuk Bayar Fidyah 30 Hari?

Ukuran fidyah dengan beras biasanya dihitung per hari, lalu dikalikan jumlah hari puasa yang tertinggal.

Menurut pendapat yang banyak dipakai, takaran fidyah adalah 1 mud makanan pokok per hari, yang jika dikonversi ke beras berkisar sekitar 675 gram per hari.

Artikel Terkait: Jangan Sampai Terlewat, Begini Cara Membayar Fidyah Ibu Hamil dan Menyusui Ibu Menyusui Apakah Membayar Fidyah?

Ibu menyusui yang tidak berpuasa Ramadan karena khawatir dengan kesehatan dirinya atau bayinya termasuk golongan yang mendapat keringanan.

Dalam mazhab Syafii, jika ibu menyusui berbuka karena khawatir pada dirinya saja, maka kewajibannya adalah qadha saja.

Namun, jika kekhawatiran lebih pada kondisi bayi, maka ia wajib qadha sekaligus fidyah.

Beberapa lembaga fatwa dan ormas di Indonesia juga menjelaskan bahwa ibu menyusui yang meninggalkan puasa karena alasan ini termasuk orang yang dibolehkan membayar fidyah sesuai jumlah hari yang ditinggalkan.

Fatwa Tarjih Muhammadiyah, misalnya, menyebutkan bahwa ibu hamil dan menyusui yang tidak berpuasa karena khawatir atas janinnya atau bayinya, diwajibkan mengganti dengan qadha dan juga membayar fidyah sesuai kemampuan dan ketentuan yang berlaku.

Cara membayar fidyah bagi ibu menyusui pun fleksibel, yaitu:

Boleh dibayar sekaligus setelah mengetahui total hari yang ditinggalkan Boleh juga dicicil sepanjang tahun sebelum Ramadan berikutnya, melalui lembaga amil atau diberikan langsung kepada fakir miskin. Artikel Terkait: Cara Membayar Fidyah Ibu Menyusui dengan Uang: Kapan dan Berapa Nominalnya Apakah Boleh Membayar Fidyah dengan Uang?

Secara fikih klasik, mayoritas ulama empat mazhab menekankan bahwa fidyah idealnya berupa makanan pokok, bukan uang, karena teks yang digunakan adalah “memberi makan” orang miskin. Namun, mazhab Hanafi membolehkan fidyah dibayar dengan uang senilai makanan yang seharusnya diberikan.

Pandangan ini banyak diadopsi lembaga zakat kontemporer karena dianggap lebih bermanfaat dan praktis untuk mustahik.

Beberapa lembaga resmi, seperti BAZNAS dan lembaga filantropi Islam lainnya, kini membuka layanan pembayaran fidyah dengan uang yang kemudian disalurkan dalam bentuk makanan atau bantuan kebutuhan pokok kepada fakir miskin.

Sejumlah fatwa kontemporer juga menyebutkan bahwa fidyah dengan uang diperbolehkan, selama nilainya setara dengan makanan pokok yang menjadi standar fidyah di daerah tersebut dan penyalurannya tepat sasaran.

Dengan begitu, orang tua yang ingin membayar fidyah dengan uang tetap bisa melaksanakan kewajiban syariat sekaligus membantu kebutuhan harian keluarga prasejahtera secara lebih fleksibel.

***

Tata Cara Salat Lailatul Qadar, Lakukan di 10 Malam Terakhir Ramadan!

Doa Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadan dan Tata Caranya

Hikmah Puasa Ramadan Selama 30 Hari yang Diraih Umat Islam


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Efek Kafein Kopi dan Teh saat Ramadan, Ini yang Perlu Diperhatikan
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Balas Budi Menkes, Dokter Piprim Dipecat Usai Sukses Berantas TBC?
• 2 jam laludisway.id
thumb
7 Desa di Pasuruan Banjir Akibat Sungai Meluap
• 17 jam laludetik.com
thumb
Warga Keluhkan Bedak Sampah, DPRD Dorong Pemkot Surabaya Segera Intervensi
• 22 jam laludetik.com
thumb
SIG percepat pembangunan huntap korban bencana di Sumatera Barat
• 5 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.