Proyeksi Laba BUMN 2026: Bank Jumbo Tumbuh Moderat, ANTM Kian Agresif

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja laba bersih emiten-emiten penghuni Indeks BUMN 20 diproyeksikan bergerak positif tetapi selektif pada 2026. Sektor perbankan dan komoditas dinilai masih menjadi penopang pertumbuhan indeks.

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan menjelaskan bahwa bank-bank besar seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) akan mencatatkan pertumbuhan laba moderat.

“Hal ini seiring dengan stabilnya suku bunga, pertumbuhan kredit yang lebih terjaga, dan perbaikan kualitas aset. Sementara itu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) berpotensi tumbuh lebih tinggi berkat ekspansi pembiayaan syariah,” ujar David saat dihubungi Bisnis pada Selasa (24/2/2026). 

Di sektor energi dan komoditas, David menyampaikan bahwa PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) sebagai emiten yang paling agresif dari sisi pertumbuhan laba bersih. Capaian tersebut didorong oleh realisasi hilirisasi nikel dan posisi perseroan sebagai ujung tombak ekosistem baterai kendaraan listrik.

Menurutnya, ANTM menjadi saham BUMN paling menarik di 2026 karena berpotensi mendapatkan re-rating valuasi jika proyek hilirisasi berjalan sesuai rencana. Di sisi lain, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) dan PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) diprediksi mencetak laba stabil. 

David juga melihat peluang pada saham defensif seperti PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) yang diprediksi mencetak pertumbuhan sehat meski terbatas.

Baca Juga

  • Catatan 1 Tahun Danantara: Isu Transparansi hingga Target Laba Moderat
  • Satu Tahun Danantara: Magnet Investasi Asing, Indeks BUMN Ungguli IHSG
  • Satu Tahun Danantara, Rekam Jejak Transformasi Wajah BUMN

Adapun PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) dinilai berpeluang membaik sejalan dengan pemulihan kredit perumahan. Secara keseluruhan, David menyampaikan bahwa tema besar pasar modal di 2026 akan tetap ditopang oleh stabilitas makroekonomi dan normalisasi suku bunga.

Untuk diketahui, Danantara Indonesia menargetkan laba konsolidasi perusahaan negara mencapai Rp350 hingga Rp360 triliun pada 2026. Nilai ini meningkat dari realisasi tahun lalu yang mencapai sekitar Rp285 triliun.

Adapun menyinggung satu tahun perjalanan Danantara, David menilai bahwa transformasi lembaga superholding tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam re-rating valuasi saham perusahaan pelat merah secara keseluruhan.

“Pasar baru merespons secara selektif, terutama pada BUMN yang sudah menunjukkan perbaikan fundamental dan arus kas kuat. Danantara masih dipersepsikan sebagai cerita jangka menengah hingga panjang, bukan katalis instan,” pungkasnya.

Mengenai kepercayaan investor asing, David menyebutkan bahwa minat pemodal mancanegara mulai terbentuk namun masih bersikap hati-hati. Investor asing cenderung memilih BUMN yang memiliki likuiditas tinggi dan tata kelola yang jelas sembari menunggu bukti konsistensi eksekusi dari Danantara.

Di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), IDX BUMN 20 tercatat menguat 8,83% sejak awal tahun atau year to date. Posisi ini unggul dibandingkan IHSG yang masih minus 2,90% dan LQ45 hanya tumbuh 0,14% pada periode yang sama.

 

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Beda Jauh dengan Andre Onana, Senne Lammens Sampai Dipuji David Moyes usai Manchester United Menang Lagi
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Program Bang Jasri: Personel Polres Kepulauan Seribu Bersih-bersih Masjid
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Wabup Sidoarjo dan Sekdaprov Duduk Bersama Dengan Anggota DPR RI Komisi V
• 21 jam lalurealita.co
thumb
BGN: Anggaran Bahan Baku MBG Rp8.000-Rp10.000 per Porsi, Bukan Rp15.000
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Penyintas  Bongao Jalani Ramadan dalam Keterbatasan
• 19 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.