REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sedekah berarti pemberian sesuatu sesuai dengan kemampuan kepada fakir miskin atau mereka yang berhak menerimanya, di luar kewajiban zakat. Ibadah tersebut pun semestinya dilakukan dengan tulus hati.
Keikhlasan menjadi penting agar sedekah tidak sia-sia. Keridhaan dan pahala dari Allah SWT, itulah yang hendaknya selalu menjadi tujuan. Sedekah yang dilakukan dengan ikhlas akan membuahkan manfaat. Di antaranya adalah sebagai berikut.
Baca Juga
DPP Kongres Advokat Indonesia Kutuk Penusukan Anggota oleh Debt Collector
30 Hari tanpa Gibah, Bisakah?
Asta Cita: Sistem Ekonomi, Falsafah dan Ideologi Bangsa yang Terancam
Pertama, bukti iman.
Nabi Muhammad SAW bersabda sebagai berikut: وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ “Dab sedekah adalah burhan.” (HR Muslim).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Maksudnya, ibadah tersebut merupakan pembuktian benarnya keimanan seseorang. Kerelaan bederma hanya bisa dirasakan orang yang memiliki iman di dalam hatinya. Sebaliknya, golongan munafik akan selalu enggan bersedekah.
Sifatnya cenderung kikir karena merasa segala harta yang dimilikinya bersumber hanya dari kerja keras pribadi. Anggapan itu melalaikan diri dari mengingat Allah SWT.
“Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.” (QS At Taubah ayat 54).
Infografis Hal yang Membatalkan Puasa Ramadhan - (Republika)