jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR RI Gandung Pardiman Dapil Yogyakarta mengapreasiasi langkah pemerintah menunda rencana impor 105.000 unit mobil pikap asal India senilai 24 triliun oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero).
Mobil berukuran 4x2 dan 4x4 tersebut untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).
BACA JUGA: Pengendalian Impor Mobil dan Motor Mewah Aktif Bulan Ini
"Perlu ada keberpihakan jelas antara program strategis nasional yang dicanangkan presiden prabowo lewat asta cita terhadap industri otomotif nasional," ujar Gandung Pardiman dalam keterangan tertulis pada Selasa (24/2).
Gandung Pardiman yang juga Anggota Komisi VII DPR RI menegaskan penguatan ekonomi desa melalui Kopdes Merah Putih perlu didukung, tetapi instrumen kebijakannya harus tepat dan berpihak terhadap industri nasional.
BACA JUGA: Gandung Pardiman DPR: RUU Kepariwisataan Jadi Magnet Tingkatkan Pendapatan Negara
Menurutnya, pemerintah semestinya mengutamakan produk otomotif nasional yang sebenarnya sudah mampu memproduksi kendaraan niaga sendiri, di antara produsen tersebut yakni PT Suzuki Indomobil Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor, PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors), PT Sokonindo Automobile (DFSK), PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), dan PT Astra Daihatsu Motor.
Dia menilai penundaan impor juga penting untuk mengkonsolidasikan kembali bisnis Kopdes Merah Putih agar lebih kuat, profesional, dan berkelanjutan.
Model usaha Kopdes Merah Putih, kata Gandung, harus dirancang supaya benar-benar menguntungkan desa dan anggota koperasi, bukan sekadar menjadi pasar bagi produk impor.
Selain itu, Gandung mendorong pemerintah memanfaatkan momentum ini untuk mengintegrasikan kembali industri mobil nasional agar mampu memenuhi kebutuhan kendaraan niaga Kopdes Merah Putih.
Pabrikan nasional, industri komponen, dan lembaga pembiayaan perlu dirangkul dalam satu ekosistem yang memungkinkan pemenuhan kebutuhan mobil pikap dari dalam negeri melalui skema kerja sama yang saling menguntungkan.
Gandung mengingatkan bahwa pembelian dilakukan industri dalam neger mala berpotensi menggerakan komponen lokal, seperti produsen sasis, karoseri, dan komponen pendukung lainnya yang menjadi tulang punggung ekosistem otomotif Indonesia.
Oleh karena itu, dia mendorong pemerintah mengundang pelaku industri, asosiasi otomotif, dan kalangan dunia usaha untuk duduk bersama mencari formulasi yang adil antara kepentingan program Kopdes Merah Putih dan keberlanjutan industri nasional.(fri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari




