Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, kembali menggelar sidang terbuka debottlenecking, dimana kali ini pembahasannya yakni terkait koordinasi pada proyek strategis nasional onshore LNG Abadi Masela (Blok Masela) di Maluku Utara.
Mengingat bahwa proyek investasi raksasa Inpex Corporation Ltd yang tak juga rampung setelah puluhan tahun itu, Purbaya pun mendorong agar proyek tersebut onstream di tahun 2029 sehingga bisa mulai memproduksi gas alam cair (LNG).
"Kalau bisa sebelum 2029 sudah kelihatan lah bangunannya, jadi gasnya sudah berproduksi," kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026.
- [tangkapan layar]
Dia memastikan bahwa pemerintah akan membantu penanganan berbagai hambatan yang ada, sebagai bentuk dukungan pemerintah agar proyek Blok Masela tersebut bisa segera rampung.
"Yang jelas seluruh hambatan di pemerintah kita akan hilangkan," ujar Purbaya.
Dia bahkan berencana membentuk satu tim di Kemenkeu, yang akan menangani hambatan-hambatan yang timbul ke depannya.
Sehingga, apabila dari pihak Inpex selaku operator nantinya menemukan kendala, maka mereka bisa segera melaporkan hal itu kepada tim di Kemenkeu tersebut.
"Jadi saya akan perlakukan mereka sebagai investor spesial. Kalau ada hambatan, datangnya ke sini, diberesinnya di sini," kata Purbaya.
"Jadi kalau ada hambatan di izin investasi, kita panggil kementerian investasi ke sini. (Hambatan) di perdagangan, kita panggil ke sini. Di perindustrian, kita panggil industrinya ke sini," ujarnya.





