Manager Production & Optimization Excellence PGE, Mohamad Husni Mubarok, mengatakan pemasangan perdana ditargetkan pada Juni 2026.
IDXChannel - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk/ PGE (PGEO)memperluas ekspansi global dengan menargetkan pemasangan teknologi Flow2Max®️ di lapangan panas bumi milik Energy Development Corporation (EDC) di Leyte, Filipina.
Langkah tersebut ditandai dengan kunjungan PGE ke lapangan wet steam terbesar di dunia tersebut.
Kedua pihak membahas berbagai aspek teknis, meliputi pemenuhan kebutuhan teknis, pengukuran lapangan, dan negosiasi harga, sebelum memasuki tahap manufaktur serta pengiriman perangkat menuju instalasi.
Manager Production & Optimization Excellence PGE, Mohamad Husni Mubarok, mengatakan pemasangan perdana ditargetkan pada Juni 2026.
"Kami bangga dapat memperkenalkan inovasi teknologi pengelolaan superheated steam PGE kepada salah satu perusahaan panas bumi terbesar dan bereputasi di dunia. Terlebih, Filipina saat ini menempati peringkat ketiga kapasitas panas bumi dunia setelah Amerika Serikat dan Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (24/2/2026).
Flow2Max®️ merupakan teknologi pengukuran dua fase (two-phase flow meter) yang memungkinkan pemantauan aliran fluida secara real-time, sehingga operator dapat mengevaluasi kinerja serta memprediksi produktivitas sumur produksi dengan lebih akurat.
Penggunaan Flow2Max®️ juga memperkuat manajemen dan optimalisasi reservoir di setiap lapangan panas bumi, termasuk membantu mendeteksi dini potensi masalah teknis pada sumur.
Inovasi ini dikembangkan dari riset studi doktoral oleh Manager Production and Operation Excellence PGE, Mohamad Husni Mubarok, saat menempuh pendidikan di University of Auckland.
Manager Ops. Asset Management & Optimization PGE Jati Permana Kurniawan menambahkan PGE dan EDC sepakat untuk terus menjalin kerja sama strategis.
"Ke depan, kami berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi ini, tidak hanya implementasi teknologi, tetapi juga melalui pertukaran pengetahuan dan penguatan kapabilitas teknis guna mendorong kemajuan sektor panas bumi di tingkat global,” ujar Jati.
(NIA DEVIYANA)





