Jakarta, VIVA – Servis sepeda motor sering kali dipersepsikan sebagai pekerjaan rutin seperti mengganti oli atau melakukan pengecekan ringan. Namun di balik proses tersebut, terdapat kompetensi teknis yang harus dimiliki mekanik agar kendaraan tetap bekerja optimal dan aman digunakan.
Gambaran tersebut menjadi latar penyelenggaraan Suzuki Victorious Contest 2025 kategori Teknisi Sepeda Motor yang digelar PT Suzuki Indomobil Sales (SIS). Babak final nasional kompetisi ini berlangsung pada 11 Februari 2026 di SMK Wiworotomo Purwokerto, yang juga merupakan mitra strategis perusahaan dalam pengembangan pendidikan vokasi otomotif.
Assistant to Service Department Head PT Suzuki Indomobil Sales, Hariadi melalui keterangan resmi yang diterima VIVA Otomotif Selasa 24 Februari 2026 menjelaskan bahwa kompetisi ini merupakan salah satu upaya menjaga kualitas teknisi sebagai ujung tombak layanan purna jual.
“Suzuki Victorious Contest merupakan salah satu upaya Suzuki untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas teknisi yang merupakan ujung tombak layanan aftersales. Lewat cara ini, kami memotivasi para teknisi untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam memberikan pelayanan sesuai standar bagi konsumen,” ujarnya.
Kompetisi tersebut diikuti oleh 246 teknisi sepeda motor Suzuki yang sebelumnya telah melalui seleksi berjenjang mulai dari tingkat main dealer hingga regional. Proses penyaringan tersebut memastikan para finalis yang tampil di tingkat nasional merupakan teknisi dengan kompetensi terbaik dari jaringan Suzuki di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam babak final, peserta tidak hanya diuji kemampuan praktik servis, tetapi juga pemahaman teori serta keterampilan analisis. Empat tahapan pengujian meliputi tes teori produk, pengukuran menggunakan alat sesuai standar operasional, praktik pekerjaan servis, serta troubleshooting untuk menguji kemampuan diagnosis masalah kendaraan secara cepat dan tepat.
Seluruh materi pengujian dirancang menyerupai kondisi nyata di bengkel resmi, sehingga aspek keselamatan kerja, ketelitian prosedur, serta efisiensi waktu menjadi bagian penting dari penilaian. Pendekatan ini sekaligus menunjukkan bahwa proses servis kendaraan modern membutuhkan kombinasi kemampuan teknis dan analitis yang kuat.
Berdasarkan hasil akumulasi nilai dari seluruh tahapan, Heru Khabib Muslim dari PT Indo Sunmotor Gemilang Jakarta berhasil meraih Juara Pertama. Posisi kedua ditempati Harsono dari PT Indo Sunmotor Gemilang Semarang, sementara Rajiman dari PT Insan Sarana Maju Cirebon menempati posisi ketiga.





