Dirut Agrinas: Impor Pikap Karena Industri Lokal Tak Mampu Penuhi Kebutuhan

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota menegaskan bahwa keputusan mengimpor kendaraan operasional berupa mobil pikap dari India untuk program Koperasi Desa Merah Putih, bukan diambil secara tiba-tiba, melainkan telah melibatkan berbagai produsen kendaraan di dalam negeri.

Menurutnya, sejak awal Agrinas membuka ruang bagi industri otomotif nasional. Sejumlah perusahaan besar diundang untuk mengikuti proses pengadaan termasuk pada kualifikasi hingga hingga negosiasi.

Salah satu yang dilibatkan adalah grup otomotif Astra International melalui merek Isuzu. Hanya saja tidak tercapai kesepakatan karena keterbatasan kapasitas produksi dan persoalan harga.

"Kesepakatan yang disepakati antara Agrinas dengan Isuzu adalah mereka mampu menyuplai 900 unit. Tapi kebutuhan kami tidak bisa terpenuhi karena jumlahnya sangat besar," terang Joao di acara konferensi pers di Jakarta, Selasa (24/2).

Selain keterbatasan produksi, Joao juga menyoroti persoalan industri pendukung, terutama karoseri yang memengaruhi kemampuan suplai kendaraan dalam bentuk jadi.

"Mereka tidak bisa mendapatkan suplai karoseri karena karoseri lokal yang ada di Indonesia semua sudah full di-booked oleh merek-merek lain, sehingga mereka tidak lagi mampu untuk menyuplai," ujarnya.

Ia juga memaparkan hasil diskusi dengan sejumlah pabrikan kendaraan niaga lainnya, termasuk Toyota dengan model Hilux maupun Hilux Rangga, Mitsubishi dengan L300, Suzuki melalui model Carry, dan Daihatsu Gran Max.

"Kami pastikan bahwa semua produsen lokal kami undang, kemudian Astra menawarkan Hilux ada 2 tipe, 4x4 dan 4x2, harga yang mereka tawarkan tidak kami sepakati. Terkait harga dan kemampuan produksi mereka hanya 800 unit," katanya.

"Kemudian mereka menawarkan Hilux Rangga, nah ternyata sama, mereka hanya mampu memproduksi inden 400 unit per bulan. Artinya bahwa kebutuhan kami tidak bisa terpenuhi, dan harganya pun 4x2 yang ditawarkan sekitar 25 persen lebih mahal dengan kompetitor yang kami akhirnya berkontrak," lanjutnya.

Adapun untuk model Mitsubishi L300, Joao bilang pabrikan mampu memproduksi 750 unit per bulan.

"Dan harganya pun bisa dibilang hampir sama persis dengan harga 4x4 yang kami beli. Sehingga menurut kami kalau sama-sama 4x4 dan 4x2 dan kemampuan muatnya lebih banyak, kami terus terang saja melihat ini kami memilih yang lebih kuat, lebih tahan, dan lebih pasti bahwa bisa digunakan di semua medan," terangnya.

Lebih lanjut selain pikap, Agrinas juga membutuhkan armada truk ringan. Lewat Mitsubishi Motors Krama Yudha Tiga Berlian, perusahaan menyuplai kendaraan truk enam roda Mitsubishi Fuso.

"Sebanyak 20.600 unit sesuai kapasitas produksi mereka sampai akhir tahun. Di sini semua tanda tangan, sepakat, dan ada bukti bahwa kami memberikan ruang kepada produsen lokal untuk menyuplai kepada Koperasi Merah Putih," katanya.

Lalu Hino. Joao bilang pabrikan mampu menyuplai 120 unit per bulan. "Setelah mereka melakukan lobi ke Jepang, mereka mampu menyuplai sampai 10 ribu unit," lanjutnya.

Kesepakatan lain yang terjadi adalah dengan menggandeng pabrikan asal China, Foton, yang katanya menyanggupi untuk pengadaan sebanyak 13.500 unit Aumark.

Joao mengatakan, ada atau tidak terjadinya kesepakatan merupakan hal wajar dalam bisnis. Dirinya menekankan bahwa pembelian dalam jumlah besar harusnya mendapat penawaran harga yang ekonomis dan efektif sesuai anggaran yang ditetapkan.

"Tetapi sampai akhir ternyata produsen-produsen lokal ini sebagian besar mungkin karena dominasi selama sekian puluh tahun cenderung merasa bahwa membeli bulk itu tidak ada bagi mereka, tetap dihitung per unit," tegasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dinas Sosial Kota Cilegon Tangani 8.502 PBI JKN Nonaktif
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Cara Alami Mengatasi Asam Lambung di Rumah
• 15 jam lalubeautynesia.id
thumb
Foto: Diguyur Hujan 3 Hari, 26 Titik di Bali Terendam Banjir
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Sindiran Tajam Inara Rusli ke Wardatina Mawa, Pakai Dalil Hadist
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Bupati Luwu Utara Lantik Akram Risa Jadi Kadis P2KUKM, Ini yang Bakal Dilakukan
• 10 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.