JAKARTA — Presiden Donald Trump bingung dan mempertanyakan mengapa Iran belum “menyerah” dan tunduk menghadapi peningkatan kekuatan militer Washington di Timur Tengah, demikian diungkap utusan khusus presiden Amerika Serikat (AS).
Steve Witkoff mengatakan kepada Fox News pada Sabtu (21/2/2026) bahwa Trump “penasaran” tentang posisi Iran setelah ia memperingatkan akan adanya serangan militer terbatas jika kesepakatan tidak dapat dicapai mengenai program nuklir Teheran.
AS dan sekutu-sekutu Eropanya mencurigai Iran bergerak menuju pembuatan senjata nuklir, yang dibantah oleh Iran.
Di Iran, protes anti-pemerintah digelar di beberapa universitas selama akhir pekan — demonstrasi pertama dalam skala sebesar itu sejak penindakan brutal oleh pihak berwenang pada Januari lalu, yang menewaskan ribuan orang.
Dalam wawancaranya dengan Fox News, Witkoff mengatakan: “Saya tidak ingin menggunakan kata ‘frustrasi’… karena dia (Trump) mengerti bahwa dia memiliki banyak alternatif, tetapi dia penasaran mengapa mereka belum… Saya tidak ingin menggunakan kata ‘menyerah’, tetapi mengapa mereka belum menyerah.



