AHY Sebut Kapasitas Air RI Tertinggal 2 Kali Lipat dari Malaysia hingga Vietnam

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyoroti rendahnya kapasitas penyimpanan cadangan air per kapita Indonesia dibanding negara-negara tetangga di Asia.

Ia menyebut, kapasitas Indonesia saat ini hanya sekitar 71 meter kubik per kapita, jauh di bawah beberapa negara tetangga yang hampir dua kali lipat ataupun lebih.

“Ini bicara storage per kapita, Indonesia 71 meter cubic per kapita, coba dibandingkan dengan Vietnam berapa ini? 310 (meter kubik per kapita), Malaysia? 710. Thailand? 1.000 meter cubic per kapita. Jadi kita jauh,” kata Agus atau yang akrab disapa AHY dalam Water Town Hall yang diselenggarakan di Kantor Kemenko Infra, Jakarta Pusat, Selasa (24/2).

Menurutnya, angka ideal kebutuhan kapasitas air Indonesia berada di kisaran 100 hingga 150 meter kubik per kapita, sehingga kapasitas yang ada masih perlu ditingkatkan sekitar 1,5 hingga dua kali lipat.

“Jadi kalau dari 70 meter cubic per capita, dibutuhkan 1,5 sampai dengan 2 kali lipatnya. Betul ya? Nah ini pekerjaan kita masih banyak sekali,” tutur Agus.

Ia melanjutkan, tantangan tersebut semakin kompleks karena ditambah dengan distribusi ketersediaan air nasional tidak merata. Berdasarkan data rasio ketersediaan air, sekitar 43,5 persen penduduk tinggal di wilayah Pulau Jawa setiap tahun mengalami defisit pasokan, di mana suplai lebih kecil dibanding kebutuhan, termasuk dalam perhitungan periode dua mingguan.

“Kemudian sebagian (dari wilayah) Lampung, kemudian juga Nusa Tenggara Timur (NTT), itu 28,7 persen kurang lebih itu sebetulnya yearly supply masih lebih besar daripada yearly demand,” ucap Agus.

Adapun beberapa wilayah Indonesia yang tergolong aman hanya sekitar 27,7 persen, yakni daerah dengan pasokan air jauh melebihi kebutuhan. Agus menilai, kondisi ini menimbulkan persepsi keliru seolah Indonesia memiliki air melimpah, padahal sekitar 140 hingga 150 juta penduduk tinggal di Pulau Jawa, sehingga tekanan terhadap kebutuhan air sangat tinggi.

“Jadi tidak merata, tidak ada di sini, kecuali semuanya merata, sehingga tidak ada masalah dengan tersedia air bersih. Ini masalahnya ada ketimpangan antara supply dan demand,” jelas Agus.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHG Hotels & Resorts Memperkenalkan Noted Collection™, Brand Koleksi Premium Baru
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Dua Tahun Jadi Ibu Tunggal, Anissa Bertahan dan Bangkit Bersama MBG
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Benarkah Nizam Syafei Punya Riwayat Kanker Darah? Ini Penjelasan Sang Ayah
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Pernikahan Virgoun dan Lindi Fitriyana Digelar Secara Tertutup
• 3 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Ahmad Dhani Antar Anak Mulan Jameela ke Los Angeles: Ekonomi Lagi Sulit
• 10 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.