Video WN Ukraina berinisial IK mengaku diculik saat berada di Bali viral di media sosial. IK mengaku disiksa dan dipaksa membayar uang tebusan. Dalam video itu, tampak mata IK lebam-lebam.
Merespons hal tersebut, Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy mengaku masih menelusuri kasus itu. Belum diketahui video tersebut diambil di Bali atau di luar Bali.
"Kita belum tahu dibuat di Bali atau di mana, sampai sekarang kita masih menelusuri itu," katanya di Polda Bali, Selasa (24/2).
Ariasandy mengatakan, IK tercatat datang ke Bali sebagai wisatawan. Kasus penculikan IK secara resmi telah dilaporkan oleh temannya ke Polsek Kuta Selatan pada Minggu (15/2) lalu.
IK diduga diculik orang tak dikenal di sekitar Jalan Jimbaran, Kabupaten Badung, pada hari yang sama.
IK bersama tiga orang temannya awalnya menuju Jimbaran hendak belajar mengendarai sepeda motor di kawasan tanjakan. Dalam perjalanan, salah satu temannya tidak melihat keberadaan motor yang dikendarai IK dan satu teman lainnya.
"Setelah itu ada salah satu kawannya yang merapat dan menyampaikan bahwa mereka diserang orang yang tidak dikenal. Setelah itu sama-sama ke TKP dan menemukan temannya satu ini tidak ada di tempat," kata Ariasandy.
"Cuma ditemukan ada barang-barangnya termasuk ponsel dan tas. Kemudian diamankan teman korban dan dilaporkan ke Polsek Kuta selatan," sambungnya.
Ariasandy mengatakan, penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan sejumlah alat bukti. Dia berharap kasus ini segera bisa diungkap secara tuntas. Hingga saat ini WN Ukraina masih belum diketahui keberadaannya.
"Ini masih dalam rangka lidik, kita berupaya mencari sumber-sumber valid sehingga kita bisa mengungkap kasus ini dan segara mengamankan pelaku dan menyelamatkan korban," katanya.





