Liputan6.com, Jakarta - Anggota DPR Komisi IV Rajiv mendorong pemerintah untuk segera melakukan pembenahan tata kelola Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah industri tambang dan pengolahan mineral.
Ia mengatakan, apabila hal ini tidak segera ditangani, maka kerusakan hulu sungai akan terus terulang kembali.
Advertisement
"Rehabilitasi DAS adalah fondasi industri berkelanjutan. Kalau hulu rusak dan pengawasan izin longgar, maka risiko akan terus berulang. Kita tidak boleh menunggu korban berikutnya," ujar Rajiv, melansir Antara, Selasa 24 Februari 2026.
Pernyataan tersebut ia sampaikan setelah menyoroti peristiwa banjir di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Menurutnya, rehabilitasi DAS di sekitar Morowali harus menjadi prioritas utama pemerintah maupun pelaku usaha yang menikmati manfaat ekonomi dari kawasan tersebut.
Rajiv menekankan, penanaman pohon kembali, penguatan sempadan sungai, serta pengendalian erosi tidak dapat ditunda-tunda.
Menurutnya, setiap kawasan industri memiliki kewajiban untuk memastikan sistem pengendalian banjir dan pengelolaan air berjalan dengan efektif.
Selama ini, Rajiv menyebut IMIP dikenal sebagai episentrum hilirisasi nikel nasional, menopang rantai pasok industri baterai dan kendaraan listrik dunia.
Namun, adanya tragedi meninggalnya salah seorang pekerja IMIP menimbulkan pertanyaan soal kerentanan ekologis dan keselamatan pekerja, sehingga ia mendesak adanya audit lingkungan secara menyeluruh.
"Kalau sampai ada korban jiwa, artinya ada mata rantai pengawasan yang perlu diperiksa lebih dalam. Kita tidak bisa hanya menyalahkan faktor cuaca. Kawasan industri seperti IMIP wajib memiliki sistem mitigasi banjir terukur, mulai dari perencanaan tata ruang, kapasitas drainase hingga pengelolaan daerah tangkapan air," kata Rajiv.




