jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menyebut langkah menaikkan angka ambang batas parlemen atau parlementary treshold (PT) memang perlu dipertimbangkan.
Hal demikian dikatakan Andreas menyikapi pernyataan Ketum NasDem Surya Paloh yang menyinggung penerapan PT tujuh persen.
BACA JUGA: Efriza Mencium Kepentingan Pragmatis Parpol Mendukung Prabowo 2 Periode
"Perlu dipertimbangkan untuk lebih menyederhanakan jumlah partai yang masuk ke parlemen agar lebih selektif," kata dia kepada awak media, Selasa (24/2).
Diketahui, pernyataan Paloh terkait PT tujuh persen lebih tinggi daripada ambang batas parlemen pada Pemilu 2024 sebesar empat persen.
BACA JUGA: Belum Ada Parpol Dukung Gibran Jadi Wapres 2 Periode, Pengaruh Jokowi Mulai Hilang
Menurut Andreas, langkah menaikkan PT bisa menyederhanakan jumlah partai peserta pemilu di parlemen.
Selain itu, lanjut dia, parpol peserta pemilu yang lolos ke parlemen bisa memenuhi semua Alat Kelengkapan Dewan (AKD) ketika penerapan PT tinggi.
BACA JUGA: Ini Lokasi di Jakarta yang Dilarang Dipasangi Bendera Parpol
"Tidak terjadi rangkap pengisian AKD oleh seorang anggota di beberapa AKD yang menyebabkan anggota tidak fokus dalam menjalan tugas-tugas konstitusionalnya," kata Andreas.
Namun, legislator Komisi XIII DPR RI itu mengaku belum bisa mengusulkan angka PT ideal untuk pemilu mendatang.
"Soal angka sebaiknya disimulasikan dulu," ujarnya.
Menurut Andreas, PT pada pemilu mendatang bisa kurang dari tujuh persen demi jumlah ideal partai yang lolos ke parlemen sebanyak enam.
"Bisa sama, bisa lebih atau sedikit kurang dari tujuh persen, tetapi idealnya memang lima, paling banyak enam partai," kata dia.
Dia mengatakan suara rakyat pada pemilu tidak akan terbuang percuma ketika jumlah partai yang lolos ke parlemen sedikit.
"Soal suara rakyat, tidak ada istilah dan akan terbuang. Rakyat tetap bisa menyalurkan suaranya melalui partai-partai yang masuk PT," kata Andreas. (ast/jpnn)
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan




