Sering Dianggap Sepele, 7 Gejala Tekanan Darah Tinggi Ini Perlu Diwaspadai

tabloidbintang.com
2 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Tekanan darah tinggi atau hipertensi kerap dijuluki sebagai “silent killer” karena sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas—hingga kerusakan serius telanjur terjadi. Banyak orang merasa sehat-sehat saja, padahal tekanan darah mereka berada pada level berbahaya. Karena itu, kewaspadaan terhadap tanda-tanda halus menjadi sangat penting.

Menurut Kepala Kardiologi Marengo Asia Hospital Dr. Sanjeev Chaudhary, sebagian besar penderita hipertensi tidak merasakan gejala apa pun. Namun, ada sejumlah tanda yang kerap diabaikan.

“Sakit kepala berulang pada pagi hari, terutama di bagian belakang kepala, bisa berkaitan dengan tekanan darah yang tidak terkontrol. Kelelahan tanpa sebab jelas, sesak napas ringan saat beraktivitas, atau rasa berat di dada tidak boleh disepelekan. Pusing, penglihatan kabur, atau melihat kilatan cahaya dapat menandakan pembuluh darah berada di bawah tekanan. Mimisan berulang, meski jarang, juga bisa terjadi pada tekanan darah yang sangat tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembengkakan pada kaki, jantung berdebar tiba-tiba, atau menurunnya toleransi terhadap aktivitas fisik dapat mencerminkan dampak hipertensi pada jantung. Dalam banyak kasus, tekanan darah tinggi baru terdeteksi saat pemeriksaan rutin.

“Karena hipertensi sering tanpa gejala, pemeriksaan tekanan darah secara berkala sangat penting—terutama setelah usia 30 tahun, pada penderita diabetes, obesitas, penyakit ginjal, atau yang memiliki riwayat keluarga hipertensi. Deteksi dini dan penanganan tepat waktu dapat mencegah serangan jantung, stroke, gagal ginjal, dan kebutaan. Jangan menunggu gejala muncul,” tegasnya.

Senada, Dr. Surendra Nath Khanna, Kepala Adult Cardiac Surgery & Heart-Lung Transplant di Artemis Hospitals, menyebut hipertensi merusak jantung, otak, dan ginjal tanpa disadari penderitanya.

“Kebanyakan orang merasa baik-baik saja, padahal kerusakan sudah terjadi perlahan. Sakit kepala pagi hari di bagian belakang kepala, mudah lelah, sesak saat melakukan aktivitas ringan, atau dada terasa berat bisa menjadi tanda jantung sedang tertekan. Penglihatan kabur atau muncul bintik-bintik (floaters) terjadi karena pembuluh darah kecil di mata terdampak tekanan tinggi. Mimisan juga dapat muncul pada tekanan darah yang tidak terkontrol,” jelasnya.

Ia menegaskan, hipertensi yang tidak terkendali meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, penyakit ginjal, dan gagal jantung dalam jangka panjang. Pemeriksaan rutin, pola makan sehat, olahraga, pengelolaan stres, serta pembatasan asupan garam menjadi kunci menjaga kesehatan jantung.

Sementara itu, Dr. Ashish Kumar, Senior Cardiologist di Amrita Hospital, Faridabad, menyebut hipertensi bekerja secara perlahan dan diam-diam.

“Ketika Anda menjalani aktivitas harian—bekerja, menatap ponsel, mengejar tenggat waktu—tekanan darah tinggi perlahan mengubah tubuh Anda. Arteri mengeras dan jantung menebalkan ototnya untuk bertahan,” katanya.

Menurutnya, bahaya hipertensi bukan pada kematian mendadak, melainkan kerusakan jangka panjang yang terjadi sebelum serangan jantung, stroke, atau gagal ginjal. Ia pun merinci sejumlah tanda yang paling sering ditemui dokter jantung:

1. Sakit kepala tipe ‘tekanan’ saat bangun tidur
Bukan migrain, melainkan rasa seperti diikat di sekitar kepala atau berat di bagian belakang. Lonjakan hormon pada pagi hari secara alami meningkatkan tekanan darah. Pada penderita hipertensi, lonjakan ini bisa berlebihan dan menekan pembuluh darah kecil di otak.

2. Kelelahan yang tidak sebanding dengan aktivitas
Keluhan umum di klinik adalah merasa lelah meski tidak banyak beraktivitas. Tekanan darah tinggi memaksa jantung bekerja lebih keras dan dapat menyebabkan penebalan dinding jantung (left ventricular hypertrophy), sehingga energi tubuh terkuras.

3. Sesak napas saat aktivitas ringan
Bukan saat berlari, melainkan ketika berjalan ke gerbang, menaiki satu lantai tangga, atau berbicara sambil berjalan. Hipertensi jangka panjang membuat otot jantung kaku sehingga pernapasan terasa berat bahkan sebelum gagal jantung terdiagnosis.

4. Mata terasa tegang atau penglihatan kabur
Retina adalah satu-satunya tempat pembuluh darah bisa dilihat langsung tanpa operasi. Hipertensi dapat merusaknya sejak dini (retinopati hipertensi), kadang tanpa gejala jelas.

5. Jantung berdebar saat sedang berbaring diam
Bukan detak cepat, tetapi detak yang terasa kuat dan jelas, terutama pada malam hari. Kekakuan arteri membuat gelombang nadi terasa lebih kuat.

6. Mimisan atau wajah sering memerah
Meski jarang, mimisan spontan saat beristirahat tidak boleh diabaikan, terutama pada orang dewasa.

7. Penurunan kemampuan berolahraga secara bertahap
Jika kemampuan berjalan atau beraktivitas menurun perlahan selama beberapa bulan, bisa jadi pembuluh darah mulai kehilangan elastisitas akibat hipertensi.

Para ahli sepakat, hipertensi sering kali tanpa gejala nyata. Karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara rutin tetap menjadi langkah paling efektif untuk mendeteksi dan mencegah komplikasi serius di kemudian hari.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Permudah Impor Lewat MRA, Pemerintah Yakin Produk Lokal Tetap Kompetitif
• 2 jam lalukompas.id
thumb
Realisasi APBN KiTa Januari 2026: Penerimaan Cukai Terkontraksi, Bea Keluar Anjlok 41,6 Persen
• 15 jam lalumatamata.com
thumb
Analisis BMKG Ungkap Penyebab Gempa M 3,2 Guncang Sukabumi
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Fondasi Lebih Penting dari Sensasi
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Pasar Tokenisasi Aset Sentuh USD25 Miliar
• 9 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.