Iran Siap 100 Persen: Musuh yang Mulai Menyerang tak akan Bisa Tahu Akhir Perang Sesungguhnya

republika.co.id
20 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharib Abadi, mengatakan mereka yang disebut sebagai musuh mungkin dapat memulai perang melawan negaranya, tetapi mereka tidak akan dapat menentukan akhir perang tersebut dan dampaknya tidak akan terbatas pada kedua belah pihak yang berperang.

"Kami tidak akan menyerang negara lain terlebih dahulu, tetapi kami akan mempertahankan tanah air kami dengan tegas," kata dia, dikutip Aljazeera, Selasa (24/2/2026).

Baca Juga
  • Rudal Canggih Iran Berkecepatan Tinggi Kejutkan Dunia, Mampu Berputar-putar Memburu Target
  • Indikator Perang Sangat Kuat, AS tak Juga Serang Iran? Ini 1 Penyebabnya Menurut Eks Elite Pentagon
  • Rabi AS: Yahudi tak Berhak Atas Tanah Palestina dan Zionisme Selewengkan Taurat

Kepada Dewan Hak Asasi Manusia, Wakil Menteri Urusan Hukum dan Internasional Iran saat berpartisipasi dalam sesi ke-61 PBB di Jenewa ini menegaskan, Teheran akan menggunakan haknya yang sah untuk membela diri sesuai dengan Piagam PBB, jika diperlukan.

"Hak kami atas energi nuklir untuk tujuan damai tidak dapat dinegosiasikan dan dijamin oleh hukum internasional," kata dia.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dia juga menekankan bahwa setiap negosiasi harus didasarkan pada saling menghormati dan penerapan aturan internasional tanpa diskriminasi. "Ada peluang baru untuk menyelesaikan perselisihan melalui dialog," tutur dia.

Sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa dia sedang mempertimbangkan untuk melancarkan serangan terbatas terhadap Republik Islam Iran, Iran pada Senin memperingatkan bahwa mereka akan membalas dengan keras terhadap serangan AS apa pun, terlepas dari besarnya serangan tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Bagai, dalam konferensi pers pada Senin, mengatakan tidak ada serangan terbatas, setiap agresi akan dianggap sebagai agresi.

Dia menegaskan setiap negara akan membalas agresi dengan keras berdasarkan hak asasi mereka untuk membela diri. “Dan itulah yang akan kami lakukan,” tutur dia.

Baghaei membantah apa yang disebutnya sebagai klaim adanya kesepakatan sementara dalam negosiasi yang sedang berlangsung antara negaranya dan Amerika Serikat mengenai masalah nuklir.

Dia menjelaskan bahwa banyak klaim telah muncul mengenai isi negosiasi dengan Amerika Serikat belakangan ini.

Dia mencatat Iran dapat menerima kesepakatan yang menjamin hak-haknya, termasuk masalah nuklir dan pencabutan sanksi, dan menegaskan bahwa Iran akan membalas semua serangan jika terjadi perang. "Pasukan kami siaga sepanjang waktu untuk mempertahankan tanah air kami."

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Papua ekspor 17,8 ton ikan tuna olahan ke Amerika Serikat
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Pengamat Menilai LPDP sebagai Instrumen Negara untuk Tingkatkan Kualitas SDM Nasional
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Performa Mulai Meroket, Rafinha Ungkap Keyakinan Tinggi Bawa PSIS Lolos Degradasi Pegadaian Championship
• 23 jam lalubola.com
thumb
Ray Dalio, Prabowo Subianto dan Politik Bertahan Hidup Peradaban
• 7 jam laludetik.com
thumb
Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Mudik Mulai Dijual Hari Ini
• 7 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.