Serang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Banten menyalurkan bantuan sosial senilai Rp233 juta sebagai bagian dari penguatan dukungan bagi ustadz, marbot, guru ngaji hingga pesantren.
Gubernur Banten Andra Soni dalam keterangannya di Kota Serang, Selasa, mengatakan masjid harus diperkuat sebagai pusat aktivitas sosial dan keagamaan.
Bantuan yang diberikan dalam Safari Ramadhan 1447 Hijriah yang dipusatkan di Masjid Raya Al-Bantani, Kota Serang, Senin (23/2), menyasar 300 mustahik sebesar Rp30 juta, bantuan pendidikan siswa setingkat SMA Rp18 juta, serta bantuan sarana prasarana bagi dua lembaga pendidikan keagamaan dan dua masjid/mushalla masing-masing Rp20 juta.
Baca juga: Panglima TNI-Wakapolri safari Ramadhan di Banten
Selain itu, santunan diberikan kepada 10 guru madrasah, 10 guru ngaji, 10 pengurus masjid, dan 10 pemandi jenazah.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan untuk dua rumah tidak layak huni (RTLH) masing-masing Rp50 juta serta pembangunan lima sarana air bersih di Kota Serang senilai Rp75 juta. Bantuan simbolis juga diberikan kepada Pondok Pesantren A’l Arbain di Kecamatan Curug.
Ia mengatakan Safari Ramadhan menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial dan memperluas manfaat zakat serta bantuan keagamaan.
“Mudah-mudahan puasa yang kita jalankan bersama ini, selain mendapatkan pahala juga mendapat keberkahan,” kata Andra Soni.
Untuk itu, Pemprov Banten menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten dalam pelaksanaan Safari Ramadhan di berbagai daerah dengan pusat kegiatan di masjid atau mushalla.
Tak hanya penyaluran bantuan, Pemprov juga mendorong percepatan sertifikasi tanah wakaf masjid dan mushalla melalui kolaborasi dengan Kementerian ATR/BPN, DMI dan lembaga keagamaan.
“Di Banten itu ada sekitar lima belas ribu masjid dan mushalla, yang tersertifikasi wakafnya baru sekitar sembilan ribu. Supaya semua selesai dengan cepat, kita harus berkolaborasi,” ujarnya.
Baca juga: Safari Ramadan, KDM 'audit' terbuka APBD Kabupaten Bekasi
Baca juga: Kapolri-Panglima TNI perkuat sinergi hadiri Safari Ramadhan di Lampung
Ketua DMI Provinsi Banten Bunyamin Hafidz menyatakan kolaborasi tersebut membantu menjawab kebutuhan sosial pengurus masjid dan tenaga keagamaan.
“Mulai dari marbot, guru-guru ngaji, pemandi jenazah yang selama ini bekerja hanya dengan modal keikhlasan, ternyata pemerintah begitu peduli dengan memberikan santunan kepada mereka,” katanya.
Melalui Safari Ramadhan, Pemprov Banten menargetkan penguatan perlindungan sosial bagi pelaku layanan keagamaan sekaligus percepatan legalitas aset wakaf untuk mendukung tata kelola masjid yang lebih tertib dan berkelanjutan.
Gubernur Banten Andra Soni dalam keterangannya di Kota Serang, Selasa, mengatakan masjid harus diperkuat sebagai pusat aktivitas sosial dan keagamaan.
Bantuan yang diberikan dalam Safari Ramadhan 1447 Hijriah yang dipusatkan di Masjid Raya Al-Bantani, Kota Serang, Senin (23/2), menyasar 300 mustahik sebesar Rp30 juta, bantuan pendidikan siswa setingkat SMA Rp18 juta, serta bantuan sarana prasarana bagi dua lembaga pendidikan keagamaan dan dua masjid/mushalla masing-masing Rp20 juta.
Baca juga: Panglima TNI-Wakapolri safari Ramadhan di Banten
Selain itu, santunan diberikan kepada 10 guru madrasah, 10 guru ngaji, 10 pengurus masjid, dan 10 pemandi jenazah.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan untuk dua rumah tidak layak huni (RTLH) masing-masing Rp50 juta serta pembangunan lima sarana air bersih di Kota Serang senilai Rp75 juta. Bantuan simbolis juga diberikan kepada Pondok Pesantren A’l Arbain di Kecamatan Curug.
Ia mengatakan Safari Ramadhan menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial dan memperluas manfaat zakat serta bantuan keagamaan.
“Mudah-mudahan puasa yang kita jalankan bersama ini, selain mendapatkan pahala juga mendapat keberkahan,” kata Andra Soni.
Untuk itu, Pemprov Banten menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten dalam pelaksanaan Safari Ramadhan di berbagai daerah dengan pusat kegiatan di masjid atau mushalla.
Tak hanya penyaluran bantuan, Pemprov juga mendorong percepatan sertifikasi tanah wakaf masjid dan mushalla melalui kolaborasi dengan Kementerian ATR/BPN, DMI dan lembaga keagamaan.
“Di Banten itu ada sekitar lima belas ribu masjid dan mushalla, yang tersertifikasi wakafnya baru sekitar sembilan ribu. Supaya semua selesai dengan cepat, kita harus berkolaborasi,” ujarnya.
Baca juga: Safari Ramadan, KDM 'audit' terbuka APBD Kabupaten Bekasi
Baca juga: Kapolri-Panglima TNI perkuat sinergi hadiri Safari Ramadhan di Lampung
Ketua DMI Provinsi Banten Bunyamin Hafidz menyatakan kolaborasi tersebut membantu menjawab kebutuhan sosial pengurus masjid dan tenaga keagamaan.
“Mulai dari marbot, guru-guru ngaji, pemandi jenazah yang selama ini bekerja hanya dengan modal keikhlasan, ternyata pemerintah begitu peduli dengan memberikan santunan kepada mereka,” katanya.
Melalui Safari Ramadhan, Pemprov Banten menargetkan penguatan perlindungan sosial bagi pelaku layanan keagamaan sekaligus percepatan legalitas aset wakaf untuk mendukung tata kelola masjid yang lebih tertib dan berkelanjutan.





