Jakarta (ANTARA) - Pelaku industri rokok elektrik, PT Delta Sukses Teknologi menyatakan mendukung langkah pemerintah dalam memperketat regulasi guna menciptakan ekosistem usaha yang lebih sehat, transparan, dan bertanggung jawab dalam jangka panjang.
Commercial and Corporate Director PT Delta Sukses Teknologi Ira Octaviera dalam temu media di Jakarta, Selasa, menyampaikan fase industri rokok elektrik saat ini bergerak menuju struktur yang lebih matang setelah melalui periode konsolidasi sepanjang 2025 yang ditandai dengan penyesuaian regulasi dan penguatan pengawasan.
Menurut dia, tren pertumbuhan industri juga tetap positif, tercermin dari penerimaan cukai rokok elektrik tahun 2025 yang meningkat 7,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Standardisasi dan kepatuhan terhadap regulasi merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan industri. Inovasi tetap penting, namun harus berjalan selaras dengan transparansi serta komitmen untuk menghadirkan produk yang bertanggung jawab bagi konsumen,” ujar dia.
Sejalan dengan hal tersebut, ia mengatakan perusahaannya juga melihat bahwa penguatan regulasi justru dapat mendorong pertumbuhan industri yang lebih sehat dan terarah.
“Kita melihat bahwa secara industri di rokok elektrik, Indonesia sudah lebih baik dan kita sebenarnya lebih memperketat dalam hal regulasi. Which is kita mendukung karena dengan semakin ketatnya regulasi, artinya industri ini akan terus berkembang," ujar dia.
Ira mengatakan pada tahun 2026 proses pengembangan standar dan regulasi produk masih terus berlangsung, termasuk melalui keterlibatan asosiasi serta koordinasi dengan regulator.
Selain aspek regulasi produk, industri juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap penyalahgunaan perangkat vape untuk aktivitas ilegal, termasuk penggunaan narkoba.
Oleh karena itu, ia mengatakan industri menyatakan dukungan terhadap langkah Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam menetapkan kebijakan yang tepat sekaligus mendorong dialog terbuka antara pemerintah, pelaku usaha, ekosistem industri, dan sektor kesehatan.
“Jadi kami sangat mendukung BNN untuk menerapkan atau menentukan kebijakan yang sangat tepat buat industri, dan kita berharap pemerintah juga akan melakukan dialog terbuka dengan para pelaku industri," ujar dia.
Ia mengatakan bahwa perusahaannya memastikan seluruh proses produksi, distribusi, dan pemasaran berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk melalui pengujian produk di laboratorium nasional dan internasional, serta penerapan kebijakan penjualan terbatas bagi konsumen berusia 21 tahun ke atas.
Commercial and Corporate Director PT Delta Sukses Teknologi Ira Octaviera dalam temu media di Jakarta, Selasa, menyampaikan fase industri rokok elektrik saat ini bergerak menuju struktur yang lebih matang setelah melalui periode konsolidasi sepanjang 2025 yang ditandai dengan penyesuaian regulasi dan penguatan pengawasan.
Menurut dia, tren pertumbuhan industri juga tetap positif, tercermin dari penerimaan cukai rokok elektrik tahun 2025 yang meningkat 7,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Standardisasi dan kepatuhan terhadap regulasi merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan industri. Inovasi tetap penting, namun harus berjalan selaras dengan transparansi serta komitmen untuk menghadirkan produk yang bertanggung jawab bagi konsumen,” ujar dia.
Sejalan dengan hal tersebut, ia mengatakan perusahaannya juga melihat bahwa penguatan regulasi justru dapat mendorong pertumbuhan industri yang lebih sehat dan terarah.
“Kita melihat bahwa secara industri di rokok elektrik, Indonesia sudah lebih baik dan kita sebenarnya lebih memperketat dalam hal regulasi. Which is kita mendukung karena dengan semakin ketatnya regulasi, artinya industri ini akan terus berkembang," ujar dia.
Ira mengatakan pada tahun 2026 proses pengembangan standar dan regulasi produk masih terus berlangsung, termasuk melalui keterlibatan asosiasi serta koordinasi dengan regulator.
Selain aspek regulasi produk, industri juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap penyalahgunaan perangkat vape untuk aktivitas ilegal, termasuk penggunaan narkoba.
Oleh karena itu, ia mengatakan industri menyatakan dukungan terhadap langkah Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam menetapkan kebijakan yang tepat sekaligus mendorong dialog terbuka antara pemerintah, pelaku usaha, ekosistem industri, dan sektor kesehatan.
“Jadi kami sangat mendukung BNN untuk menerapkan atau menentukan kebijakan yang sangat tepat buat industri, dan kita berharap pemerintah juga akan melakukan dialog terbuka dengan para pelaku industri," ujar dia.
Ia mengatakan bahwa perusahaannya memastikan seluruh proses produksi, distribusi, dan pemasaran berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk melalui pengujian produk di laboratorium nasional dan internasional, serta penerapan kebijakan penjualan terbatas bagi konsumen berusia 21 tahun ke atas.





