BNN Identifikasi Kartel Sinaloa Meksiko Selundupkan Narkoba ke RI Lewat Laut

kumparan.com
14 jam lalu
Cover Berita

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengkonfirmasi adanya keterlibatan jaringan Kartel Sinaloa asal Meksiko dalam penyelundupan narkotika ke Indonesia.

Kelompok kriminal ini diketahui menggunakan rute internasional yang kompleks dengan memanfaatkan wilayah perairan. Kepala BNN RI, Komjen Suyudi, menyebutkan bahwa para bandar terus mencari jalur alternatif yang paling aman dan murah, terutama melalui laut, mengingat Indonesia adalah negara kepulauan.

"Para bandar di Indonesia rantai pasoknya akan tetap mencari alternatif yang paling ekonomis dan aman untuk mencoba menyuplai narkotika menuju pasar Indonesia," kata Suyudi kepada wartawan, Selasa (24/2).

Berdasarkan identifikasi BNN, Kartel Sinaloa menyuplai narkotika jenis baru (New Psychoactive Substances/NPS), bahan baku metamfetamin, hingga fentanil. Beberapa poin utama operasi mereka meliputi Jalur Laut dengan memanfaatkan celah di perbatasan maritim Indonesia.

“Jalur laut sering dimanfaatkan, mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan dengan banyak 'celah gelap' di perbatasan maritimnya. Narkoba juga diselundupkan melalui bandara dan pelabuhan resmi dengan berbagai cara penyamaran,” ujarnya.

Kartel ini dikenal menyembunyikan narkoba dalam kemasan teh Cina hingga popok bayi.

“Termasuk menyembunyikan narkoba dalam kemasan produk legal seperti teh Cina atau popok bayi, dan bahkan ada laporan tentang potensi penggunaan kapal selam oleh kartel Amerika Selatan,” ujarnya.

Suyudi juga mengungkap kartel Meksiko bekerja sama dengan sindikat nasional di Indonesia.

“Kartel internasional tidak beroperasi secara langsung di lapangan Indonesia, melainkan bekerja sama dengan sindikat dan jaringan lokal atau nasional. BNN telah membongkar beberapa jaringan internasional yang terhubung dengan kartel Meksiko,” jelasnya.

Pada tahun 2024, BNN telah membongkar 27 jaringan, termasuk jaringan Gregor Haas yang diduga bagian dari Kartel Sinaloa.

“Salah satu jaringan yang diungkap pada tahun 2024 adalah jaringan Gregor Haas, yang diduga sebagai bagian dari jaringan Kartel Sinaloa yang berpusat di Meksiko,” ujarnya

Pengawasan diperketat menyusul memanasnya situasi di Meksiko setelah tewasnya pemimpin kartel "El Mencho" dan tangan kanannya "El Tuli" dalam operasi militer pekan lalu. El Mencho merupakan pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG).

Konflik tersebut telah menelan korban jiwa sebanyak 25 anggota Garda Nasional dan 30 anggota kartel.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komisi XIII DPR RI Menilai Hukuman Mati bagi “Kroco” Narkoba Tak Efektif Berantas Jaringan Besar
• 7 jam lalupantau.com
thumb
AI ASTERIS: Terobosan Peneliti Tiongkok Temukan Galaksi Pasca-Big Bang
• 11 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Iran Sebentar Lagi Sepakati Pembelian Rudal Supersonik dari China
• 17 jam laludetik.com
thumb
Presiden ECB Puji Powell Kendalikan Inflasi di Tengah Tekanan Politik
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Insiden JLNT Casablanca, Polisi Sebut untuk Konten Pamer Modif Motor
• 20 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.