Foto udara menampilkan mobil yang rusak dan terkubur dalam lumpur setelah banjir bandang akibat hujan lebat di Arequipa, Peru, Senin (23/2/2026). (REUTERS/Oswad Charca)
2/7Tanah longsor dan banjir bandang yang melanda wilayah tersebut menyebabkan jalan raya terblokir, kendaraan terjebak, dan masyarakat terisolasi karena hujan lebat terus berlanjut di seluruh negeri. (REUTERS/Oswad Charca)
Banjir bandang ini terjadi setelah badai dahsyat sebelumnya pada hari Kamis (19/2) lalu yang menewaskan dua orang. (REUTERS/Oswad Charca)
4/7Bencana ini juga menyebabkan kerusakan cukup parah pada rumah, jalan, dan kendaraan, menurut media nasional dan otoritas setempat dikutip dari Reuters. (REUTERS/Oswad Charca)
Gubernur Regional Rohel Sanchez Sanchez meminta pemerintah nasional untuk menyatakan keadaan darurat dan mengirimkan alat berat dari kementerian transportasi, pertanian, dan perumahan untuk mempercepat upaya pemulihan. (REUTERS/Oswad Charca)
6/7Menurut Dewan Menteri Peru, lebih dari 700 distrik di seluruh negeri telah dinyatakan dalam status darurat, yang mewakili hampir setengah dari semua distrik. (REUTERS/Oswad Charca)
7/7Prakiraan cuaca memperkirakan curah hujan sedang hingga lebat akan terus berlanjut di wilayah pesisir dan Andes hingga 24 Februari.(REUTERS/Oswad Charca)
Add as a preferredsource on Google




