Keputusan investasi akhir atau final investment decision (FID) proyek gas Geng North dan Gendalo-Gendang segera diteken pekan depan.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyebut finalisasi komitmen investasi tinggal menunggu tanda tangan dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Djoko mengatakan perusahaan energi asal Italia, Eni, siap melakukan FID melalui skema joint venture bersama Petronas.
Nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai USD 15 miliar atau sekitar Rp 252,3 triliun dengan asumsi kurs Rp16.820 per dolar AS.
"Minggu depan. Udah-udah semua udah. Eni sudah tinggal (tanda tangan). Nanti Pak Menteri (Bahlil) datang ke Jakarta, teken selesai, FID langsung. Sekitar USD 15 miliar (investasi)," kata Djoko di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (24/2).
Menurut Djoko, secara prinsip seluruh proses telah siap dan tinggal menunggu momentum penandatanganan resmi.
Pemerintah sebelumnya sudah menyetujui pengembangan dua proyek tersebut pada 2024 dan berharap keduanya menjadi percontohan pengembangan lapangan gas berikutnya.
Adapun, proyek Geng North dan Gendalo-Gendang berada di lepas pantai Cekungan Kutai, Kalimantan Timur, kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu kantong produksi migas nasional.





