Brilio.net - Dunia media sosial dikejutkan dengan kabar yang menimpa kreator konten Mas Duqi Kremes. Saat sedang melakukan siaran langsung, ia mendadak mengalami serangan stroke ringan.
Gejala yang muncul terjadi secara tiba-tiba, ditandai dengan posisi bibir dan rahang yang miring ke arah kiri. Selain itu, ia sempat mengalami kejang dan kehilangan kesadaran selama kurang lebih sepuluh menit sebelum akhirnya mendapatkan pertolongan.
BACA JUGA :
Panduan mengatasi BPJS Kesehatan PBI yang tidak aktif, bisa lewat Dinsos atau mandiri
Kondisi Medis dan Penanganan di Rumah Sakit
Mas Duqi Kremes Stroke Saat Live
foto: TikTok/@masduqikremes
Pasca insiden tersebut, Mas Duqi segera dibawa ke Rumah Sakit Puri Asih, Salatiga. Kecepatan penanganan medis menjadi kunci, di mana ia berhasil ditangani oleh tim dokter dalam waktu kurang dari satu jam.
BACA JUGA :
Tren berbahaya penyalahgunaan Whip Pink (N2O), BPOM dan BNN peringatkan risiko kelumpuhan sistem saraf
Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan CT scan, tim medis menyatakan hasilnya dalam kategori baik. Selain itu, terdapat perhatian khusus pada kadar gula darahnya yang sempat mencapai angka 380, namun kini telah menurun ke level 280.
Memasuki hari keempat perawatan pada Senin (23/02/2026), kondisi kesehatan Mas Duqi dilaporkan berangsur membaik, meski dirinya tetap harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Mas Duqi Kremes Stroke Saat Live
foto: TikTok/@masduqikremes
Kejadian yang menimpa Mas Duqi menjadi pengingat penting bagi publik mengenai bahaya stroke di usia muda. Menurut Dion Haryadi, seorang dokter yang mendalami edukasi gizi dan fitness, ada kemungkinan yang dialami Mas Duqi itu adalah stroke. Dion pun melanjutkan bahwa masyarakat perlu memahami tanda-tanda awal serangan melalui singkatan "SEGERA KE RS":
Se: Senyum tidak simetris.
Ge: Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba.
Ra: Bicara pelo.
Ke: Kebas separuh tubuh.
R: Rabun.
S: Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba.
Mas Duqi Kremes Stroke Saat Live
foto: Instagram/@dionharyad
Pakar kesehatan ini menekankan pentingnya waktu dalam penanganan serangan ini. Menunda tindakan medis dapat berakibat fatal bagi sel-sel otak.
“Setiap satu menit yang kamu tunda, ada sekitar dua juta sel otak yang akan mati. Enggak usah ditusuk-tusuk jarinya, enggak usah dipijat-pijat. Kalau sudah ada tanda-tanda di atas, langsung bawa ke IGD," tegas Dion dalam video edukasi tersebut, dikutip brilio.net dari Instagram @dionharyadi, Selasa (24/2/2026).
Langkah Pencegahan Sejak DiniStroke kini bukan lagi penyakit yang hanya menyerang lansia, melainkan juga mulai marak ditemukan pada individu usia 30-an tahun. Padahal, mayoritas kasus stroke sebenarnya dapat diantisipasi.
“Padahal, 90% kasus stroke itu bisa dicegah kalau kamu mau," lanjut Dion.
Langkah pencegahan yang disarankan meliputi penghentian kebiasaan merokok, pengendalian faktor risiko seperti diabetes dan hipertensi, perbaikan pola makan, serta rutin melakukan aktivitas fisik agar tidak terjebak dalam gaya hidup sedenter atau "mager".
FAQ Gejala Stroke1. Apa yang dimaksud dengan "Golden Period" pada penanganan stroke?Golden period adalah masa krusial (biasanya di bawah 4,5 jam setelah serangan pertama) di mana tindakan medis harus segera diberikan untuk meminimalkan kerusakan otak permanen atau kematian sel saraf.
2. Mengapa tidak diperbolehkan menusuk jari dengan jarum saat seseorang terkena serangan stroke?Menusuk jari dengan jarum adalah mitos medis yang tidak terbukti secara ilmiah. Tindakan ini justru membuang waktu berharga yang seharusnya digunakan untuk membawa pasien ke rumah sakit dan dapat menyebabkan infeksi.
3. Bagaimana kaitan antara kadar gula darah tinggi dengan risiko stroke?Kadar gula darah yang tidak terkontrol (seperti angka 380 pada kasus Mas Duqi) dapat merusak pembuluh darah seiring berjalannya waktu, yang memicu penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak.
4. Apakah stroke ringan (TIA) bisa sembuh total tanpa perawatan rumah sakit?Meskipun gejala stroke ringan (Transient Ischemic Attack) bisa hilang dalam waktu singkat, penderita tetap wajib ke rumah sakit. TIA sering kali merupakan peringatan dini sebelum terjadi serangan stroke besar yang lebih merusak.
5. Selain merokok, apa kebiasaan harian yang paling sering memicu stroke di usia muda?Kurangnya aktivitas fisik (mager), konsumsi makanan tinggi garam dan lemak jenuh secara berlebihan, serta tingkat stres yang tidak terkelola menjadi pemicu utama meningkatnya kasus stroke di kelompok usia produktif.





