Bisnis.com, AMMAN — Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Yordania menandai momen simbolik sekaligus strategis bahwa Yordania menjadi negara Muslim pertama yang dikunjungi Kepala Negara pada bulan suci Ramadan 2026.
Namun, di balik agenda kenegaraan dan potensi kerja sama ekonomi, terdapat dimensi yang lebih personal dan historis—persahabatan panjang Prabowo dengan Abdullah II of Jordan.
Relasi keduanya bukan sekadar hubungan kepala negara, melainkan ikatan yang telah terjalin sejak masa muda sebagai prajurit. Kunjungan ini juga merupakan kunjungan balasan setelah Raja Abdullah II lebih dahulu bertandang ke Jakarta pada November 2025.
Sejumlah sumber diplomatik menegaskan bahwa lawatan Prabowo ke Amman bukan agenda mendadak. Kunjungan ini telah masuk dalam kalender diplomasi kedua negara sejak Raja Abdullah II melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 14–15 November 2025.
Kala itu, Prabowo menjemput langsung sang Raja di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma. Keduanya berpelukan hangat di bawah tangga pesawat kenegaraan Yordania, sebuah momen yang menjadi simbol kuat persahabatan personal sekaligus hubungan bilateral yang kian erat.
Bahkan, pemerintah Indonesia mengawal pesawat Raja Abdullah II dengan jet tempur F-16 sejak memasuki wilayah udara nasional. Prosesi penyambutan kenegaraan di Istana Merdeka berlangsung khidmat dan penuh kehormatan, termasuk penganugerahan tanda jasa bergengsi The Bejeweled Grand Cordon of Al-Nahda (Order of the Renaissance) kepada Presiden Prabowo.
Dengan demikian, kehadiran Prabowo di Amman pada Februari 2026 dapat dipandang sebagai tindak lanjut dan penguatan komitmen bilateral yang telah dirintis dalam rangkaian pertemuan sebelumnya—termasuk kunjungan kenegaraan Prabowo ke Amman pada April 2025.
Persahabatan Sejak Fort Benning
Hubungan Prabowo dan Raja Abdullah II memiliki akar panjang. Keduanya pernah mengenyam pendidikan militer di Fort Benning, Amerika Serikat, pada era 1980–1990-an. Persahabatan itu berlanjut ketika Prabowo menjabat Komandan Kopassus pada 1995.
Setelah peristiwa reformasi 1998, Prabowo bahkan pernah diterima di Yordania oleh Raja Hussein—ayah Abdullah II—dan oleh Abdullah II sendiri yang kala itu masih menjadi Pangeran. Sejak saat itu, hubungan personal keduanya semakin kokoh.
Dalam kunjungan kenegaraan di Istana Al Husseiniya pada April 2025, Prabowo secara terbuka menyebut Raja Abdullah II sebagai “sahabat lama sejak muda.” Abdullah II pun membalas dengan nada serupa, menyebut persahabatan mereka sebagai sesuatu yang “tidak pernah dilupakan.”
Relasi personal semacam ini dalam diplomasi internasional sering kali menjadi jembatan untuk mempercepat kesepahaman. Dalam konteks Indonesia–Yordania, kedekatan itu terbukti mempermudah koordinasi di berbagai isu strategis, khususnya Palestina.
Kedatangan Prabowo bertepatan dengan Ramadan…





