Petani Sidrap Tingkatkan Produksi Gabah dengan Alsintan Modern

republika.co.id
18 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Sejumlah petani di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, memanfaatkan alat mesin pertanian (alsintan) modern untuk mempermudah proses panen raya padi di Bila Riase, Kecamatan Pitu Riase. Penggunaan teknologi ini diharapkan dapat mendongkrak produksi gabah secara signifikan.

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, dalam keterangannya di Makassar, Selasa, menyatakan bahwa penggunaan alsintan modern merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan sektor pertanian dan ketahanan pangan. "Kami mendorong dan meminta para petani untuk terus meningkatkan produksinya dengan memanfaatkan alsintan modern, serta mengubah pola kerja agar pendapatan semakin meningkat," ujarnya.

Bupati juga memaparkan target peningkatan produksi gabah dari 440.000 ton pada tahun 2024 menjadi 665.000 ton pada tahun 2025, dengan nilai yang diharapkan naik dari Rp2,5 triliun menjadi Rp4,6 triliun. "Target kami tahun ini adalah mencapai 800.000 hingga 1 juta ton," tambahnya.

Peningkatan ini sebagian diharapkan dapat tercapai melalui program cetak sawah baru seluas 148 hektare di wilayah Sidrap. Bupati Syaharuddin juga mengimbau masyarakat yang memiliki lahan potensial untuk segera melaporkan ke dinas terkait, karena masih ada program cetak sawah tambahan seluas 5.000 hektare.

Lebih lanjut, ia mengajak para petani untuk menerapkan pola tanam IP300, yaitu intensifikasi penanaman padi tiga kali dalam setahun pada lahan yang sama, guna lebih meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Kepala Desa Bila Riase, Sirajuddin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Sidrap dalam prosesi panen raya. Sirajuddin merasa bangga dan bersyukur atas hasil panen tahun ini yang melimpah. "Atas nama pemerintah, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati beserta rombongan yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan panen raya di desa kami," katanya.

Hasil panen gabah tersebut dihargai Rp7.300 per kilogram dan dibayar tunai kepada pemilik gabah setelah ditimbang menggunakan mesin khusus. Acara panen raya ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Sekretaris Dinas TPHPKP Suriyanto, Camat Pitu Riase Andi Mukti Ali, Kapolsek Pitu Riase Ipda Sakaria, Babinsa Pitu Riase Rusdi, serta tokoh masyarakat dan penyuluh pertanian setempat.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jamu PSM Makassar, Aroma Balas Dendam Persebaya Sangat Kuat
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Gubernur Gorontalo Beberkan Pencapaian Kepemimpinan Satu Tahun
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Bhayangkara FC Permak 10 Pemain Semen Padang
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Trump Menjajaki Skema Tarif Baru Usai Mahkamah Agung AS Blokir Kebijakan Impor
• 13 jam lalupantau.com
thumb
WNA China Kendalikan Sindikat Phishing E-Tilang Palsu, Pelaku Digaji Lewat Kripto
• 1 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.