Meksiko Membara Usai El Mencho Dibunuh, Pakar UI Soroti Intervensi AS

kompas.tv
14 jam lalu
Cover Berita
Seorang tentara Meksiko berjaga di dekat kendaraan yang hangus terbakar di Contzio, negara bagian Michoacan, Meksiko, 22 Februari 2026. (Sumber: Armando Solis/Associated Press)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Pusat Kajian Wilayah Amerika Universitas Indonesia (UI) Suzie Sudarman menyoroti intervensi Amerika Serikat (AS) dalam perang pemberantasan narkoba di Meksiko. Menurut Suzie, AS telah campur tangan dalam konflik narkoba di Meksiko secara terang-terangan.

Hal tersebut disampaikan Suzie Sudarman menanggapi kekerasan di Meksiko usai bos Kartel Jalisco Nueva Generacion (CJNG), Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho, terbunuh dalam operasi militer Meksiko pada Minggu (22/2/2026) lalu.

Suzie menilai Presiden AS Donald Trump berkepentingan ikut campur dalam pemberantasan kartel untuk menjaga citra politiknya. Suzie bahkan mengeklaim AS menerjunkan satuan khusus Delta Force ke Meksiko.

"Untuk (Presiden Meksiko) Sheinbaum, dia mungkin kewalahan dengan kartel ini yang sudah merajalela sebelum dia berkuasa. Jadi dia juga berharap bantuan Amerika Serikat yang kebetulan memenuhi kepentingan Donald Trump akan banyak memabntu Meksiko," kata Suzie dalam program Sapa Indonesia Malam KompasTV, Selasa (24/2).

"Karena siapa lagi yang bisa melakukan pembersihan? Kecuali Delta Force, misalnya. Ini kan benar-benar efektif karena mereka benar-benar diserbu dan dibunuh kepalanya."

Baca Juga: Perang Narkoba di Meksiko Memanas Usai Bos Kartel Dibunuh, Keamanan Piala Dunia Dipertanyakan

Lebih lanjut, Suzie menilai terdapat friksi tersendiri dalam tubuh militer Meksiko. Pasalnya, kartel disebut kerap merekrut anggota militer sebagai personel.

Suzie pun mengatakan pemerintah Meksiko kemungkinan akan berupaya agar militer mampu mengatasi kekerasan kartel yang meningkat belakangan ini. Menurutnya, intervensi AS dalam konflik narkoba di Meksiko disikapi dengan gusar oleh masyarakat. 

"Ya orang Meksiko pasti geram ya dengan ada negara besar masuk negerinya, karena mereka selalu berpendapat, why god is so far and American is so close (kenapa Tuhan begitu jauh sedangkan Amerika begitu dekat)," kata Suzie.

"Jadi ada rasa kegusaran juga karena mereka diperlakukan secara diskriminatif kalau mereka membantu ekonomi Amerika, tapi mereka tidak diakui."

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • perang narkoba meksiko
  • el mencho
  • kartel meksiko
  • suzie sudarman
  • meksiko
  • universitas indonesia ui
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Golkar Sampaikan Duka Mendalam untuk Alex Noerdin
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Kejaksaan SP3 Kasus Guru Honorer Rangkap Jabatan: Uang Rp 118 Juta Dikembalikan
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Baznas Pastikan Dana Zakat Tidak untuk Program MBG
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Foto: Mendag Budi dan Menhub Dudy Tinjau UMKM Binaan KAI
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Senator Demokrat Dorong RUU Paksa AS Refund Tarif Trump Rp2.900 T
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.