Bagi banyak orang Indonesia, teh dan kopi bukan sekadar minuman, tapi sudah menjadi bagian dari rutinitas harian. Bahkan saat Ramadan, segelas teh hangat sering jadi pilihan untuk membatalkan puasa.
Namun, muncul pertanyaan yang cukup sering terdengar, sebenarnya aman nggak sih minum kopi atau teh saat bulan puasa?
Ahli gizi dari RS Cipto Mangunkusumo, Kencana Fitri Hudayani, mengatakan minum teh atau kopi saat puasa sebenarnya boleh saja. Hanya saja, waktu konsumsinya perlu diperhatikan supaya tidak mengganggu lambung maupun ibadah.
“Konsumsi teh dan kopi harus dikonsumsi secukupnya, misalnya hanya satu gelas untuk teh dan satu cangkir untuk kopi per hari nya, selebihnya dianjurkan minum air putih,” kata Fitri seperti dikutip dari Antara, Rabu (25/2).
Fitri menilai, teh relatif lebih aman untuk lambung, terutama bagi penderita asam lambung. Sementara kopi, karena tingkat keasamannya lebih tinggi, sebaiknya diminum setelah perut terisi makanan agar tidak memicu gangguan lambung.
Menurut Fitri, pembatasan konsumsi teh dan kopi juga bertujuan untuk menghindari konsumsi gula berlebihan. Sebab, banyak orang tanpa sadar mengonsumsi gula berlebih karena teh atau kopi sering ditambahkan gula atau susu, baik full cream maupun susu rendah lemak.
Fitri bilang, menjaga asupan gula dan garam tetap penting selama Ramadan karena untuk mencegah risiko penyakit seperti diabetes dan hipertensi. Ia juga menyarankan agar konsumsi serat dari buah dan sayur tetap rutin supaya pencernaan tetap nyaman selama berpuasa.
Senada dengan Fitri, Guru Besar Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor, Prof. Ali Khomsan, mengatakan meski kopi atau teh saat Ramadan tidak langsung berbahaya bagi kesehatan, efek diuretik ini tetap perlu diperhitungkan. Sebab, jika tidak diimbangi cairan cukup, tubuh bisa terasa lebih lemas saat puasa.
Tak hanya itu, kafein juga punya efek membuat tubuh lebih terjaga. Jika diminum terlalu malam, hal ini bisa mengganggu pola tidur selama Ramadan.
“Yang pertama kopi itu bersifat diuretik sehingga orang yang minum kopi akan lebih banyak mengeluarkan cairan via urine, teh itu juga mengandung kafein tetapi mungkin tidak setinggi kopi sehingga dampaknya terhadap sifat diuretik itu tidak sehebat seseorang minum kopi,” bebernya.
Waktu Terbaik Minum KopiLantas, kapan sebenarnya waktu terbaik minum kopi saat puasa?
Dokter spesialis gizi klinik lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Mulianah Daya, menjelaskan bahwa teh dan kopi justru tidak disarankan dikonsumsi saat sahur. Menurutnya, kandungan kafein dalam kedua minuman tersebut bisa meningkatkan risiko dehidrasi selama puasa.
“Untuk waktunya sebaiknya tidak dikonsumsi saat sahur, karena kopi dan teh mengandung kafein yang bisa meningkatkan risiko dehidrasi,” ujarnya.
Sebagai gantinya, Mulianah menyarankan kopi atau teh diminum setelah berbuka puasa. Namun, konsumsinya juga tidak boleh langsung saat perut masih kosong.
“Jadi sebaiknya minum kopi dan teh sekitar 1-2 jam setelah berbuka puasa. Jangan langsung diminum saat perut kosong,” jelasnya.
Selain itu, kopi dan teh juga sebaiknya tidak diminum bersamaan dengan makan utama. Sebab, kafein dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan.
Mulianah mengingatkan agar memilih jenis kopi dengan kadar kafein yang tidak terlalu tinggi, terutama bagi orang yang sensitif terhadap kafein. Menurutnya, efek kafein bisa meningkatkan metabolisme dan membuat tubuh lebih terjaga, sehingga berpotensi mengganggu jam tidur selama Ramadan.
“Kafein bisa meningkatkan metabolisme dan pada sebagian orang dapat mengganggu jam tidur, yang akhirnya memengaruhi kualitas istirahat,” kata dia.





