Kasus Dugaan Penyekapan Kurir Ekspedisi di Jakut, Polisi Periksa Pelapor

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Kasus dugaan penyekapan lima kurir ekspedisi di sebuah gudang di wilayah Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, terus bergulir. Polisi memanggil dua kurir ekspedisi, yakni Ferly dan Ahmad Shofwan untuk dimintai keterangannya.

Hal tersebut disampaikan oleh pengacara kedua kurir ekspedisi tersebut, Toni RM.

"Alhamdulillah setelah adanya pengaduan lewat layanan 110, Polsek Tanjung Priok menindaklanjuti dengan mengundang saudara Ferly untuk dimintai keterangan secara resmi. Hari ini [Selasa] jadwal pemeriksaannya," kata Toni kepada kumparan melalui sambungan telepon, Rabu (25/2 dini hari.

Toni mengungkapkan, pemeriksaan baru dilakukan untuk Ferly. Sementara Ahmad Shofwan belum dimintai keteranganya.

Toni melanjutkan, pemeriksaan terhadap kliennya dilakukan selama kurang lebih dua jam. Dalam pemeriksaan itu, kata Toni, polisi menggali soal kronologi dugaan penyekapan itu.

‎‎"Korban menyampaikan bagaimana kronologi penyekapan, siapa saja yang melakukan, serta berapa lama disekap, yakni sekitar tiga hari dua malam," ujarnya.

Setelah proses klarifikasi pada tahap Laporan Informasi (LI), kata Toni, penyidik menemukan dugaan adanya unsur tindak pidana. Kasus tersebut kemudian ditingkatkan ke tahap Laporan Polisi (LP).

‎‎"Setelah pemeriksaan sekitar dua jam dengan kurang lebih 20 pertanyaan, diduga kuat ditemukan peristiwa pidana penyekapan sehingga perkara ini dinaikkan menjadi laporan polisi," jelasnya.

Laporan polisi itu tercatat dengan nomor LP/B/150/II/2026/POLSEK TANJUNG PRIOK/POLRES METRO JAKARTA UTARA tertanggal 24 Februari 2026.

Toni mengatakan, pihaknya telah melaporkan tiga orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Toni menyebutkan tiga orang yang dimaksud itu yakni U, F, dan T.

"Bisa saja nanti muncul nama lain dari keterangan saksi, termasuk dari Shofwan," ujarnya.

‎‎Ia berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus dugaan penyekapan terhadap para pekerja gudang tersebut.

‎‎"Kami meminta agar kasus ini diusut sampai tuntas, terhadap pihak-pihak yang diduga melakukan penyekapan secara melawan hukum dan merampas kemerdekaan seseorang," kata dia.

Sebelumnya diberitakan ada lima kurir yang disebut tidak dibolehkan keluar gudang dan tidak diberi makan. Perekam video yang diketahui merupakan ibu dari salah satu korban bernama Ferly, mengatakan kelima pekerja itu ditahan setelah dituduh terlibat penggelapan barang oleh seorang sopir.

Kasus ini terjadi pada Rabu (4/2) pagi usai kelima kurir tersebut menyelesaikan sif malam.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
OJK Ungkap Biang Kerok Asuransi Syariah Mandek
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kim So Hyun dan Song Kang Dikabarkan Reuni Bintangi Drakor Baru White Scandal
• 21 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kadis PUPR Banten Klaim Jalan Berlubang TKP Kecelakaan Ojek Sudah Diperbaiki
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Bukit Kingkong Bromo Longsor, Tujuh Motor Tertimbun
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
4 Pemain BRI Super League yang Layak Diberi Perhatian Lebih oleh John Herdman: Potensial untuk Timnas Indonesia
• 5 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.