JAKARTA, KOMPAS.com - Antrean mengular terlihat di lapak penjual takjil kolak yang tengah viral di Jalan Raya Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat.
Tepat di sebelah kerumunan itu, duduk seorang pria paruh baya yang tak kalah sibuk melayani pelanggan yang datang silih berganti.
Ia adalah Priyo (56), seorang pedagang kerupuk mi yang sengaja menggelar dagangannya di sebelah lapak kolak viral tersebut.
Dagangannya yang berwarna kuning cerah menumpuk rapi di dalam sebuah kantong plastik bening berukuran besar yang dialasi sebuah tampah anyaman.
Baca juga: Mencicipi Takjil Kolak Viral yang Selalu Ramai di Mangga Besar
Di sampingnya, terdapat sepanci sambal kacang yang menjadi pelengkap sajian kerupuk hasil buatan tangannya sendiri.
Bukan tanpa alasan Priyo memilih titik tersebut untuk menggelar dagangannya di sana.
KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo Priyo (56) seorang penjual kerupuk mi yang berdagang memanfaatkan lapak kolak yang viral di kawasan Jalan Raya Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (24/2/2026)
Pria asal Pemalang, Jawa Tengah ini sengaja mangkal dekat penjual kolak viral tersebut agar kecipratan rezeki.
"Karena ini ada kolak viral, jadi biar kecipratan rezeki juga, biar ramai yang beli sengaja," ujar Priyo saat ditemui Kompas.com di lokasi, Selasa (24/2/2026).
Priyo bercerita bahwa rutinitas berjualan di sebelah kolak viral ini sudah ia jalani selama dua tahun terakhir, khususnya pada bulan puasa.
Di bulan-bulan biasa, ia berkeliling dan mangkal di kawasan Lokasari hingga Mangga Dua.
Ide ini bermula dari rutinitasnya melewati kawasan Mangga Besar dan melihat adanya keramaian di lapak kolak.
"Saya sering mangkal di Lokasari. Jadi lewat melalui sini terus. Terus lihat di sini ramai, jadi ikut saya mangkal barangkali kecipratan ramainya, namanya jual kerupuk kan enggak seberapa yang beli," ucapnya.
Baca juga: Cerita Pelanggan Setia Kolak Viral Mangga Besar, 3 Ramadhan Berturut-turut Ikut War
Strateginya terbukti jitu. Para pembeli yang baru saja mendapatkan kolak manis, seringkali mencari camilan pendamping yang gurih.
Mereka membeli kerupuk mi seharga Rp 5.000 per porsi yang disiram sambal kacang buatan Priyo.
"Banyak yang datang ibaratnya beli cemilannya, kerupuk. Ini cocoknya buat habis buka puasa. Buat pedas-pedas itu sambalnya ada sambal kacang. Jadi enggak cuma manis, ada pedas-pedasnya," jelasnya.