Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral dengan Raja Yordania, Raja Abdullah II ibn Al-Hussein, di Istana Al Husseiniya, Amman, Rabu siang (25/2). Pertemuan ini menjadi agenda utama dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden di Yordania pada 24–25 Februari 2026. Pertemuan tersebut merupakan kali kedua antara kedua pemimpin negara setelah kunjungan kenegaraan Prabowo ke Amman pada April 2025.
Dalam agenda resmi di Istana Al Husseiniya, Presiden Prabowo akan disambut dengan upacara kehormatan dari pasukan Angkatan Bersenjata Kerajaan Yordania. Setelah itu, kedua kepala negara dijadwalkan menggelar:
Pertemuan bilateral antardelegasi pemerintah Indonesia dan Yordania Dalam kunjungan ini, Presiden Prabowo didampingi oleh:
Baca juga : Prabowo Lakukan Kunjungan Kenegaraan Sehari ke Australia
- Menteri Luar Negeri Sugiono
- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
- Asisten Khusus Presiden Dirgayuza Setiawan
- Asisten Khusus Presiden Agung Gumilar Saputra
- Duta Besar RI untuk Yordania Ade Padmo Sarwono
Para pejabat tersebut juga telah mendampingi Presiden dalam rangkaian lawatan sebelumnya di Washington DC dan London.
Dalam sejumlah pertemuan sebelumnya, baik di Amman pada April 2025 maupun di Jakarta pada November 2025, Indonesia dan Yordania telah menyepakati kerja sama di berbagai sektor, antara lain pertahanan, pertanian, pendidikan dan pendidikan tinggi, wakaf dan keagamaan, sains dan teknologi dan kesehatan.
Dalam pertemuan di Jakarta tahun lalu, Yordania juga mengundang Indonesia untuk berinvestasi di sektor pipanisasi gas, jalan tol, dan logistik
Selain isu ekonomi, kedua pemimpin juga diprediksi akan membahas dinamika geopolitik global, khususnya proses pemulihan Gaza. Indonesia dan Yordania saat ini tergabung dalam Board of Peace (BoP) Gaza, bersama sejumlah negara mayoritas Muslim seperti, Emirat Arab, Pakistan, Turki, Arab Saudi, Qatar, Mesir. (Ant/E-3)





