REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mendukung penuh program Kementerian Perdagangan yang memberikan kesempatan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan produknya di simpul-simpul transportasi. Hal ini disampaikan Menhub saat meninjau penjualan produk lokal UMKM bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (24/2/2026).
“Alhamdulillah, saya baru saja meninjau penjualan produk UMKM di gerbong restorasi dan di pelataran Stasiun Gambir bersama Menteri Perdagangan. Pada prinsipnya, saya sangat mendukung langkah Kementerian Perdagangan yang telah membuka akses bagi pelaku UMKM sehingga dapat memasarkan produknya ke jaringan bisnis kereta api,” ujar Dudy.
- Mudik Antipanik! tiket.com Kasih THR sampai Bisa Booking Pakai DP
- Deal RI-AS, Pemerintah Pastikan tak Ada Klausul Impor Pakaian Bekas
- Bea Cukai Jakarta Kembali Segel Toko Perhiasan, Kali Ini di Pluit
Dudy juga menyampaikan harapannya agar jangkauan program ini dapat makin diperluas. “Ke depan, saya sangat berharap jangkauan program ini dapat makin diperluas, tidak hanya dipasarkan di sarana dan prasarana perkeretaapian, namun juga di titik-titik lain seperti terminal, bus, pelabuhan, kapal, hingga bandara,” tambahnya.
Dudy menjelaskan, pemasaran produk-produk UMKM di sarana perkeretaapian sejatinya sangat potensial. Pasalnya, jumlah penumpang moda transportasi ini setiap tahun sangat besar. “Semoga makin banyak pelaku UMKM binaan Kemendag yang memasarkan produk-produknya di berbagai simpul transportasi publik di seluruh wilayah Indonesia. Dengan begitu, UMKM dapat bertumbuh dan perekonomian nasional pun akan semakin meningkat,” ungkap Dudy.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Pada kesempatan ini, Menteri Perdagangan Budi Santoso menuturkan, sinergi dengan BUMN kereta api merupakan salah satu upaya Kementerian Perdagangan untuk meningkatkan daya saing dan popularitas produk-produk UMKM di dalam negeri. Ia pun mengungkapkan, produk-produk ini akan dipasarkan di 15 jalur kereta intercity dengan potensi pasar mencapai sekitar 51 juta penumpang per tahun.
“Jadi, ini adalah salah satu upaya kita agar produk-produk UMKM kita semakin banyak diminati oleh masyarakat. Kemarin dari 50 perusahaan yang kita kurasi, enam terpilih oleh Kereta Api. Empat produknya disajikan dalam kereta, yang dua produk di Loko Cafe,” ucap Budi.




