Malang: Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan pasar bagi peternak ayam rakyat bakal semakin terbuka lebar melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Seluruh produksi telur dan daging ayam peternak dijamin terserap untuk menopang program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepastian itu disampaikan Zulkifli Hasan saat berdialog dengan peternak di Desa Kambingan, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa, 24 Februari 2026. Pemerintah menargetkan kebutuhan protein untuk 82,9 juta penerima manfaat MBG pada 2026.
"Telor itu satu hari memerlukan 82,9 juta butir, tidak usah khawatir telor ayam pasti diserap SPPG," kata Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat berkunjung Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa, 24 Februari 2026/Kemenko Pangan.
Angka 82,9 juta butir telur per hari tersebut disesuaikan dengan jumlah sasaran penerima MBG secara nasional. Dengan skema itu, produksi telur peternak rakyat disebut tak lagi bergantung pada fluktuasi pasar konvensional.
Tak hanya telur, kebutuhan daging ayam untuk program tersebut juga dipastikan dalam jumlah besar setiap hari. Pemerintah menghitung kebutuhan daging ayam mencapai puluhan juta potong per hari.
"Ayam itu satu hari perlu 82,9 juta potong daging," ucap Zulkifli.
Baca Juga :
MBG Tetap Berjalan Selama Ramadan, Menko Pangan: Disesuaikan"Peternak harus untung, karena sebetulnya usaha ayam ini usaha rakyat, bukan konglomerat. Masa depannya cerah dan terang benderang," ujar Zulkifli.
Untuk memastikan pasokan aman dan harga terkendali, pemerintah menyiapkan strategi hilirisasi ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir. Model ini mencakup penguatan pembibitan grand parent stock, parent stock, final stock, hingga dukungan penyediaan pakan.
Tahap awal, enam daerah telah memulai groundbreaking pengembangan ekosistem tersebut, yakni Kabupaten Malang, Lampung Selatan, Bone, Paser, Gorontalo, dan Sumbawa. Integrasi ini diharapkan menjaga ritme produksi agar suplai protein bagi MBG stabil sepanjang tahun.
"Sekarang seminggu memberikan satu telor, ayam satu minggu sekali atau dua kali tidak boleh karena harganya bisa tidak terkontrol. Makanya ada campur-campur, seperti ikan," ucap Zulkifli.



