Titi Anggraini Sebut Parliamentary Threshold 7 Persen Turunkan Legitimasi Demokrasi

jpnn.com
17 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Pengajar Hukum Pemilu Universitas Indonesia (UI) Titi Anggraini angkat bicara terkait wacana kenaikan parliamentary threshold (PT) atau ambang batas parlemen menjadi tujuh persen.

Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan jumlah suara yang terbuang (wasted votes) dan menurunkan proporsionalitas hasil pemilu.

BACA JUGA: Ambang Batas Parlemen Naik Jadi 7 Persen, Banyak Suara Rakyat Terbuang

"Jika parliamentary threshold (ambang batas parlemen) dinaikkan, dampaknya adalah meningkatnya jumlah suara terbuang, menurunnya proporsionalitas hasil pemilu," kata Titi kepada ANTARA saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Ia menyebutkan kenaikan ambang batas parlemen juga berpengaruh pada representasi politik yang menyempit hingga legitimasi demokrasi tidak mencapai angka indeks yang diinginkan.

BACA JUGA: Terkait Ambang Batas Parlemen, Surya Paloh Singgung Selected Party

"(Menyebabkan) menyempitnya kanal representasi politik. Hal ini berpotensi menurunkan legitimasi demokrasi," ujarnya.

Ia merujuk kepada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 116/PUU-XXI/2024 yang menegaskan bahwa sistem pemilu tidak diperkenankan menghasilkan disproportionality atau ketidakseimbangan yang berlebihan yang dapat menimbulkan kondisi pemborosan suara pemilih.

BACA JUGA: Dukung Sistem Multipartai Sederhana, Golkar Tak Sepakat Ambang Batas Parlemen Dihapus

"Parliamentary threshold yang terlalu tinggi justru pasti akan memperbesar jumlah suara tidak terkonversi menjadi kursi. Dengan demikian, urgensi kenaikan ke 7 persen menjadi tidak ada dan tidak beralasan serta justru bertentangan dengan prinsip perlindungan suara pemilih," katanya.

Keputusan tersebut menurut dia, memberikan perspektif terkait representasi dan efektivitas sistem terhadap ambang batas parlemen. Dalam perspektif itu, angka 5 persen maupun 7 persen mempunyai konsekuensi rendahnya perolehan suara.

"Dalam perspektif putusan 116/PUU-XXI/2024, persoalan utama bukan semata angka, melainkan dampak terhadap representasi dan efektivitas sistem. Ambang batas parlemen, baik 5 persen maupun 7 persen, tetap memiliki konsekuensi eksklusi suara pemilih. Makin tinggi threshold, makin besar potensi suara terbuang (wasted votes)," katanya.

Sebelumnya, Partai NasDem mengusulkan agar ambang batas parlemen dinaikkan menjadi 7 persen. Hal itu pun selalu menjadi pernyataan dari elite Partai NasDem dan belum berubah hingga saat ini.

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Wakil Ketua Umum Partai Saan Mustopa, menyatakan bahwa NasDem selalu mengusulkan agar angka itu naik menjadi 7 persen untuk dimasukkan ke dalam revisi Undang-Undang Pemilu.

Adapun, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Zulfikar Arse mengungkapkan pembahasan revisi atau Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pemilu akan mulai bergulir pada tahun 2026 setelah Badan Legislasi DPR RI memutuskan RUU tersebut masuk ke Prolegnas Tahun 2026.

Mahkamah Konstitusi (MK) pada 29 Februari 2024 telah mengabulkan sebagian permohonan uji materi yang dilayangkan oleh Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) terhadap Pasal 414 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu). Putusan MK terdaftar dengan nomor 116/PUU-XXI/2024.

Dalam putusan tersebut, MK tidak menemukan dasar rasionalitas dalam penetapan besaran angka atau persentase ambang batas parlemen paling sedikit empat persen sebagaimana sebelumnya diatur pada Pasal 414 ayat (1) UU Pemilu. Oleh karena itu, MK meminta pembentuk UU untuk segera mengubah ketentuan ambang batas parlemen sebelum penyelenggaraan Pemilu 2029.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Meski Menang 3-0 di Kandang Malut United, Persija Jakarta Kalah Gol dari Persib di Klasemen Liga 1
• 8 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Feri Amsari Sebut Revisi UU KPK Picu Turunnya Indeks Persepsi Korupsi
• 6 jam laluokezone.com
thumb
574 Personel KAI Tuntaskan 80 Persen Alih Kelola Operasional Whoosh
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
4 Orang Tewas Akibat Penikaman di Washington, Pelaku Ditembak Mati Polisi
• 9 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Dana ZIS Dipastikan Tidak Mengalir ke Program Makan Bergizi Gratis
• 16 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.