Senator Lia Istifhama Berharap Kuota Beasiswa Kemenag Ditambah

jpnn.com
9 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Di tengah ramainya perbincangan soal alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang berpeluang bekerja di luar negeri, Anggota DPD RI Dr. Lia Istifhama justru mendorong penguatan beasiswa di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag).

Menurut Lia, momentum polemik LPDP seharusnya menjadi refleksi bersama bahwa beasiswa negara adalah investasi jangka panjang untuk kepentingan bangsa.

BACA JUGA: Soroti Alumni Penerima Beasiswa LPDP, Senator Lia Istifhama: Setelah Lulus Seharunya Bekerja di Dalam Negeri

Oleh karena itu, dia berharap kuota beasiswa Kemenag makin ditingkatkan, khususnya bagi mahasiswa di perguruan tinggi keagamaan Islam.

“Saya berharap Kemenag RI makin meningkatkan kuota beasiswanya. Karena saya pernah merasakan menerima beasiswa sewaktu kuliah program magister dan bantuan penyelesaian kuliah S3 sehingga keduanya mengantarkan saya ke jenjang doktoral,” ujarnya.

BACA JUGA: Menkeu: Suami DS Awardee LPDP Kembalikan Dana Beasiswa Plus Bunga

Politikus yang akrab disapa Ning Lia itu mengaku pengalaman menerima beasiswa saat S2 dan bantuan penyelesaian pendidikan doktoral menjadi titik penting dalam perjalanan akademiknya.

“Keberkahan yang saya rasakan ini, tentu saya harapkan bisa juga dirasakan orang lain,” tambahnya.

BACA JUGA: Komisi XI Minta LPDP Evaluasi Rekrutmen & Penanaman Integritas Penerima Beasiswa

Sebelumnya, Lia juga menegaskan penerima beasiswa negara, termasuk Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) seharusnya kembali dan mengabdi di dalam negeri setelah menyelesaikan studi.

“Namun setelah lulus, seharusnya fokus di dalam negeri dengan tujuan mewariskan ilmu dan semangat kepada generasi di bawahnya,” tegasnya.

Dia menilai dana LPDP yang bersumber dari keuangan negara harus kembali memberi manfaat bagi masyarakat Indonesia.

“Ketika impian meraih beasiswa tercapai, maka pulanglah. Dana yang digunakan berasal dari publik sehingga manfaatnya harus kembali kepada publik,” ujarnya.

Meski demikian, Lia mengakui bahwa pendidikan luar negeri memiliki peran penting dalam membentuk karakter mahasiswa Indonesia menjadi pribadi yang tangguh dan adaptif.

“Beasiswa LPDP adalah impian mahasiswa. Sangat wajar jika menimba ilmu dari pendidikan luar negeri untuk membentuk karakter yang struggle, adaptif sebagai minoritas di tengah mayoritas, dan inventif,” ujarnya.

Lia menambahkan peningkatan kuota beasiswa Kemenag akan menjadi oase bagi perguruan tinggi di bawah naungan Kemenag maupun kampus berbasis Islam.

Menurutnya, pendidikan keagamaan memiliki posisi strategis dalam pembangunan bangsa.

“Bagaimanapun agama adalah pondasi negara Indonesia sehingga agama harus mendapatkan ruang istimewa,” tegas Lia.

Bagi Lia, polemik LPDP seharusnya tidak hanya berhenti pada perdebatan soal bekerja di luar negeri, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komitmen negara dalam memperluas akses pendidikan, terutama di lingkungan perguruan tinggi keagamaan.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Menguat ke 8.318, Pelaku Pasar Cermati Pidato Trump dan Dinamika Global
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Jadwal Imsak Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini 25 Februari 2026
• 15 jam laludetik.com
thumb
6.500 ha sawah tak maksimal, PU kebut perbaikan bendungan di Bireun
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Bidik Akreditasi Unggul, Prodi Bisnis Digital UNM Tancap Gas
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tidak Semua ASN Wajib Ikuti Komcad
• 21 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.