Toprak Razgatlioglu Akui Kesulitan Adaptasi Jelang Debut di MotoGP Thailand 2026, Keluhkan Alami Masalah Ini

tvonenews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Pembalap Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu mengakui bahwa dirinya masih kesulitan beradaptasi jelang debut di MotoGP Thailand 2026.

Saat ini para pembalap tengah bersiap tampil di MotoGP Thailand 2026, di mana seri pembuka ini akan berlangsung di Sirkuit Buriram pada Jumat (27/2/2026) hingga Minggu (1/3/2026).

Salah satunya ialah Toprak Razgatlioglu yang akan menjalani debutnya di kelas premier. Namun mantan juara WorldSBK tiga kali itu mengaku bahwa dirinya masih kesulitan adaptasi dan merasakan sejumlah kendala.

Hal yang paling dirasakan oleh pembalap asal Turki itu ialah belum sepenuhnya mempercayai karakteristik ban depan Michelin. Toprak Razgatlioglu mengatakan pemahaman terhadap limit cengkeraman ban depan menjadi kendala utama jelang debut di MotoGP Thailand 2026.

​"Saat saya mengikuti Jack (Miller), saya terkejut karena kehilangan banyak waktu di tikungan pertama, dan sektor pertama secara umum," kata Toprak dilansir dari Crash.

Kendala ini pun membuat gaya membalapnya saat ini cenderung lebih hati-hati dibandingkan para rivalnya. Toprak juga merasa belum mampu memaksimalkan sudut kemiringan (lean angle) saat motor berada di tengah tikungan.

"Saya selalu berkendara sedikit lebih tenang karena tidak percaya pada ban depan. Saat pengereman tidak ada masalah, tetapi ketika mulai miring, saya tidak tahu batasnya," tambahnya.

Bahkan Toprak mengaku heran dengan cara membalap rekan setimnya, Jack Miller yang merebahkan motor dengan ekstrem di tikungan pertama tanpa kehilangan kendali saat sesi tes pramusim di Buriram pada pekan lalu.

​"Saat saya melihat Jack miring sekali, awalnya saya menunggu dia jatuh. Namun saat melihat dia tetap bisa menikung, saya terkejut. Saya hanya menunggu kehilangan ban depan, sementara pembalap lain tetap berbelok dengan kemiringan penuh," ucapnya lagi.

Meski kesulitan beradaptasi, namun Toprak belum pernah mengalami kecelakaan selama beradaptasi. Ia menilai bahwa jatuh mungkin menjadi bagian dari proses untuk memahami batas kemampuan ban Michelin yang berbeda jauh dengan ban Pirelli yang ia gunakan selama membalap di WSBK.

​"Saya belum pernah jatuh, tetapi mungkin saya perlu jatuh untuk memahami batasnya," jelasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kerry Adrianto Anak Riza Chalid: Saya Berharap Diberi Keadilan, Itu Saja
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Intip Yuk, Ini Rincian Biaya 5 SD Swasta Islam di Area Cibinong TA 2026/2027
• 38 menit lalumedcom.id
thumb
Pastikan Stimulus Tiket Momen Lebaran Tak rugikan Maskapai, Menhub Dudy: Itu Kebijakan Pemerintah
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Gubernur Sulawesi Utara Optimis Investasi Terus Tumbuh
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
Terungkap! Penganiaya Pegawai SPBU Cipinang Bukan Polisi, Tapi Wiraswasta
• 22 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.