Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.830 per Selasa, 24 Februari 2026. Posisi rupiah itu melemah 12 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.818 pada perdagangan Senin, 23 Februari 2026.
Sementara perdagangan di pasar spot pada Rabu, 25 Februari 2026 hingga pukul 09.15 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.832 per dolar AS. Posisi itu melemah 3 poin atau 0,02 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.829 per dolar AS.
- ANTARA
Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pemerintah tercatat menarik utang baru Rp 127,3 triliun sepanjang Januari 2026. Angka ini mengambil porsi 15,3 persen dari total target APBN sepanjang tahun ini yang mencapai Rp 832,2 triliun. Pembiayaan utang dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, fleksibilitas, serta kedisiplinan untuk menjaga utang dalam batas aman.
Sedangkan pembiayaan non-utang pada awal tahun ini mencapai minus Rp 22,2 triliun atau 15,6 persen dari rencana APBN yakni minus Rp 145,1 triliun. Pembiayaan non-utang ini artinya tidak menambah utang melainkan berinvestasi di sektor tertentu.
Dengan realisasi pembiayaan utang dan non-utang seperti yang disebutkannya, secara keseluruhan realisasi pembiayaan hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp 105,6 triliun, atau 15,2 persen dibandingkan dengan outlook Rp 689,15 triliun.
Secara keseluruhan, realisasi pembiayaan tahun 2026 hingga akhir Januari mencapai Rp 105,06 triliun atau 15,2 persen dari target, lebih rendah dibandingkan realisasi 2025 yaitu 29,6 persen. Perkembangan realisasi pembiayaan ini menunjukkan strategi yang lebih terukur, disesuaikan dengan kebutuhan kas pemerintah dan mempertimbangkan dinamika pasar keuangan.
"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.830 - Rp 16.860," ujarnya.
Sebagai informasi, Iran dan AS akan mengadakan putaran ketiga pembicaraan nuklir pada hari Kamis di Jenewa, kata Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, pada hari Minggu lalu. Amerika Serikat ingin Iran menghentikan program nuklirnya, tetapi Iran dengan tegas menolak dan membantah sedang berupaya mengembangkan senjata atom.
Departemen Luar Negeri menarik personel pemerintah yang tidak penting dan keluarga mereka dari kedutaan AS di Beirut, kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri pada hari Senin, di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang risiko konflik militer dengan Iran.





