Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan negara-negara mitra dagang agar tidak “bermain-main”, menyusul putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan tarif global buatannya.
Dalam pernyataan di platform media sosial Truth Social, Trump menegaskan pemerintahannya siap menaikkan bea masuk secara signifikan kepada negara-negara yang dinilai merugikan AS.
"Negara mana pun yang mencoba bermain-main dengan putusan Mahkamah Agung yang saya anggap konyol itu, terutama mereka yang selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, telah ‘memeras’ Amerika Serikat, akan menghadapi tarif yang jauh lebih tinggi dan lebih berat dibandingkan yang baru saja disepakati. Pembeli harap waspada," katanya dikutip, Selasa (25/2).
Sebelumnya MA AS membatalkan tarif global Trump karena dianggap menyalahi kewenangan sebagai presiden pada pekan lalu. Beberapa jam setelah putusan itu, tarif resiprokal diturunkan menjadi 10 persen. Namun dinaikkan lagi oleh Trump menjadi 15 persen.
Keputusan ini memicu pro kontra dunia. Beberapa negara yang sudah melakukan negosiasi panjang dan mendapatkan tarif 15 persen ke bawah merasa dirugikan, seperti Australia dan Jepang. Tapi sejumlah negara yang selama ini mendapatkan tarif tinggi, seperti China, Brasil, dan India, merasa diuntungkan.





