Makkah (ANTARA) - Masjidil Haram menerima lebih dari 904.000 jemaah umrah pada hari keempat Ramadhan atau Sabtu (21/2) yang mencerminkan besarnya kesungguhan dalam beribadah pada hari-hari awal bulan suci, lapor Kantor berita Saudi pada Selasa (24/2).
Seiring kedatangan jemaah dari berbagai wilayah Kerajaan Arab Saudi dan mancanegara, sistem layanan terpadu memastikan kelancaran pergerakan serta kenyamanan seluruh pengunjung.
Otoritas Umum untuk Pengelolaan Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menjalankan upaya operasional dan pengorganisasian secara berkelanjutan selama 24 jam.
Rencana terpadu tersebut mencakup pengelolaan kepadatan, pengaturan jalur Tawaf dan Sa’i, peningkatan pembersihan dan sterilisasi, serta layanan bimbingan dan penyuluhan dalam berbagai bahasa. Semua upaya tersebut dilakukan guna memfasilitasi pelaksanaan ibadah dengan khusyuk dan tenang.
Otoritas tersebut menyatakan bahwa jumlah jemaah yang tercatat menunjukkan besarnya upaya pengerahan seluruh sumber daya manusia dan teknis dalam melayani jemaah umrah.
Pihak pengelola juga menerapkan standar kualitas dan efisiensi operasional tertinggi, serta perencanaan manajemen kerumunan yang dirancang untuk menjamin keselamatan dan kelancaran arus di seluruh area Masjidil Haram.
Upaya tersebut dilaksanakan melalui koordinasi penuh dengan otoritas terkait guna memastikan pengalaman spiritual yang komprehensif, dengan persiapan yang terus diperkuat menjelang lonjakan jemaah pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Kerajaan dalam melayani dua Masjid Suci dan para pengunjungnya dengan menyediakan lingkungan yang aman dan tertata sehingga jemaah dapat menunaikan ibadah dalam suasana yang tenteram dan terlindungi.
Sumber: SPA
Baca juga: Arab Saudi hiasi Riyadh dengan dekorasi lanskap Ramadan
Baca juga: Menhaj bertolak ke Arab Saudi tinjau kesiapan layanan haji
Seiring kedatangan jemaah dari berbagai wilayah Kerajaan Arab Saudi dan mancanegara, sistem layanan terpadu memastikan kelancaran pergerakan serta kenyamanan seluruh pengunjung.
Otoritas Umum untuk Pengelolaan Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menjalankan upaya operasional dan pengorganisasian secara berkelanjutan selama 24 jam.
Rencana terpadu tersebut mencakup pengelolaan kepadatan, pengaturan jalur Tawaf dan Sa’i, peningkatan pembersihan dan sterilisasi, serta layanan bimbingan dan penyuluhan dalam berbagai bahasa. Semua upaya tersebut dilakukan guna memfasilitasi pelaksanaan ibadah dengan khusyuk dan tenang.
Otoritas tersebut menyatakan bahwa jumlah jemaah yang tercatat menunjukkan besarnya upaya pengerahan seluruh sumber daya manusia dan teknis dalam melayani jemaah umrah.
Pihak pengelola juga menerapkan standar kualitas dan efisiensi operasional tertinggi, serta perencanaan manajemen kerumunan yang dirancang untuk menjamin keselamatan dan kelancaran arus di seluruh area Masjidil Haram.
Upaya tersebut dilaksanakan melalui koordinasi penuh dengan otoritas terkait guna memastikan pengalaman spiritual yang komprehensif, dengan persiapan yang terus diperkuat menjelang lonjakan jemaah pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Kerajaan dalam melayani dua Masjid Suci dan para pengunjungnya dengan menyediakan lingkungan yang aman dan tertata sehingga jemaah dapat menunaikan ibadah dalam suasana yang tenteram dan terlindungi.
Sumber: SPA
Baca juga: Arab Saudi hiasi Riyadh dengan dekorasi lanskap Ramadan
Baca juga: Menhaj bertolak ke Arab Saudi tinjau kesiapan layanan haji





