Cak Imin: Lulusan SMK Mulai Diberangkatkan ke Luar Negeri April 2026

metrotvnews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) memastikan program "SMK Go Global" akan mulai memberangkatkan tenaga kerja terampil (skilled workers) ke luar negeri pada April 2026. Program ini merupakan kolaborasi strategis dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) untuk menggenjot penyerapan lulusan SMK dan SMA di pasar kerja internasional.

“Kami berdua sedang menuntaskan kebutuhan anggaran yang sudah dibutuhkan. Insyaallah mulai April, Juni, Juli, September sudah mulai siap memberangkatkan tenaga kerja skilled ke berbagai negara. Target ya tentu sebanyak-banyaknya, minimal 300 sampai 500 ribu orang tahun ini,” ujar Cak Imin di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026.
 

Baca Juga :

Ini Kronologis Kasus Dugaan Persetubuhan Anak yang Seret Jebolan Indonesian Idol

Cak Imin menjelaskan bahwa pemerintah akan segera berkoordinasi dengan para duta besar untuk memetakan kebutuhan sektor riil di mancanegara, seperti bidang welder, hospitality, hingga tenaga kesehatan. Fokus utama program ini adalah memastikan kurikulum SMK dan lembaga vokasi di dalam negeri mengikuti standar sertifikasi internasional agar para pekerja memiliki daya saing tinggi dan kontrak yang menguntungkan.

Senada dengan itu, Menteri P2MI Mukhtarudin menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM melalui uji kompetensi yang ketat adalah kunci utama dalam memberikan perlindungan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI). Dengan latar belakang pendidikan minimal SMA/SMK yang telah dilatih melalui jalur vokasi, para pekerja diyakini akan lebih terlindungi dan mudah beradaptasi dengan regulasi di negara penempatan.
 

Baca Juga :

Tes Urine Dadakan di Polres Metro Jaksel

"Kita melakukan peningkatan kualitas pekerja migran yang kita berangkatkan ke luar itu adalah yang sudah minimal, kata Pak Menko tadi, SMA/SMK," kata Mukhtarudin.

Pemerintah menargetkan kontrak kerja bagi para peserta program ini rata-rata berdurasi dua hingga tiga tahun dengan opsi perpanjangan. Langkah ini diharapkan tidak hanya mengurangi angka pengangguran, tetapi juga meningkatkan nilai remitansi melalui ekosistem lembaga pelatihan, sertifikasi, dan pembiayaan yang terintegrasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Media Vietnam Tiba-tiba Soroti Skuad Timnas Malaysia, Ada Apa?
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Kronologi 2 Siswi SMA di Pinrang Tertimpa Pohon Saat Berboncengan, Satu Korban Tewas
• 7 jam laluharianfajar
thumb
30 Juta Orang di Provinsi Ini Bakal Mudik, Kota Bisa Jadi Sunyi Sepi
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Singgung Pengakuan Hasto, Ferdinand Hutahean Minta Jokowi Tak Cuci Tangan di Revisi UU KPK
• 21 jam laluokezone.com
thumb
"Cukup Aku WNI": Krisis Kepercayaan Kaum Terdidik
• 14 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.