EtIndonesia. Laporan Nikkei menyebutkan, selama periode pemilihan anggota DPR Jepang baru-baru ini, muncul lebih dari 400 akun bot di media sosial X yang diduga dikendalikan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT). Akun-akun tersebut menyebarkan informasi palsu yang merugikan Sanae Takaichi dan Partai Demokrat Liberal. Para pakar memperingatkan bahwa perang informasi PKT kian agresif, sehingga komunitas internasional perlu memperkuat kerja sama dan mengambil tindakan tegas.
“Intervensi pemilu melalui platform media sosial oleh PKT merupakan operasi yang sistematis dan terstruktur, dengan pola yang bisa dilacak. Kasus-kasusnya terlihat di Taiwan dan Amerika Serikat—di antara negara demokrasi lainnya—dan Taiwan menjadi medan perang kognitif terbesar dan paling serius,” kata Peneliti madya Institut Riset Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan, Hsieh Pei-hsueh.
Peneliti Institut yang sama, Shen Ming-shih, menilai bahwa dampak intervensi kali ini relatif kecil, bahkan bisa berbalik arah: “Jepang menyadari bahwa mereka menghadapi situasi propaganda dan perang kognitif PKT yang mirip dengan Taiwan. Jepang juga menyatakan ingin belajar dari Taiwan dalam merespons, yang justru mendorong kerja sama keamanan siber Taiwan–Jepang menjadi lebih erat.”
Pola penyebaran akun yang diduga dikendalikan PKT disebut terbagi menjadi dua jenis: akun sumber dan akun akselerator penyebaran. Meski skala penyebaran hoaks kali ini terbatas dan sulit mempengaruhi hasil pemilu, kualitas operasinya jelas meningkat—bahasa Jepang dalam unggahan lebih fasih, serta menggunakan gambar hasil AI generatif.
Hsieh menekankan pentingnya kesiapsiagaan jangka panjang: “Bukan hanya saat pemilu. Pada masa damai pun, kita perlu membangun mekanisme pemantauan dan berbagi informasi jangka panjang antara pemerintah, akademisi, media, dan organisasi masyarakat sipil untuk menghadapi risiko hoaks yang berkembang pesat di era AI.”
Shen menambahkan: “Begitu informasi terbukti tidak benar, harus segera ditanggapi dan diluruskan. Selain itu, perlu pernyataan resmi melalui jalur yang sah agar dunia memahami tujuan, niat, dan metode PKT.”
Para pakar menyerukan agar masyarakat internasional memperkuat kolaborasi menghadapi perang informasi PKT yang semakin meningkat.
Shen menutup: “Metode propaganda dan intervensi pemilu lintas negara terus diperbarui. Karena itu, pertukaran dan kerja sama antarnegara menjadi sangat penting.”
Laporan oleh jurnalis New Tang Dynasty Television Zhao Fenghua dan reporter khusus Luo Ya.





