Jakarta: Psikolog Ayu S. Sadewo, S.Psi, memperingatkan masyarakat mengenai fenomena oversharing atau berbagi informasi secara berlebihan di media sosial yang sering dilakukan tanpa sadar. Perilaku ini umumnya dipicu oleh kondisi emosional yang intens, sehingga memicu tindakan impulsif saat mengunggah konten.
“Saat emosi sedang intens, orang jadi cenderung lebih impulsif hingga kurang memikirkan dampak dari unggahannya bahwa bisa saja hal yang dia unggah sudah berlebihan,” ujar Ayu saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026.
Baca Juga :
14 Pelaku Tawuran di Pesanggrahan Ditangkap
Lulusan Profesi Psikolog Universitas Indonesia ini menjelaskan bahwa oversharing dapat diidentifikasi ketika seseorang membagikan konten yang terlalu personal atau bersifat pribadi ke ranah publik. Selain itu, menceritakan urusan orang lain tanpa izin juga termasuk dalam kategori perilaku ini.
“Konten yang sangat ‘emosional’ atau dilakukan saat intensitas emosi sedang tinggi, terlalu senang, terlalu sedih atau terlalu marah, atau emosi lain yang berlebihan,” imbuhnya.
Guna mencegah dampak negatif dari perilaku impulsif tersebut, Ayu menekankan pentingnya kesadaran diri. Salah satu metode yang paling efektif adalah dengan menerapkan teknik "pause" atau mengambil jeda sementara sebelum menekan tombol unggah.
Ilustrasi medsos. Foto: Dok. Shutterstock.
Jeda tersebut berfungsi memberikan kesempatan bagi otak untuk kembali berpikir rasional, sehingga individu tidak lagi dikuasai oleh emosi sesaat.
“Supaya enggak impulsif, take a ‘pause’ dulu. Sebelum unggah, ambil waktu sejenak, bisa sambil tarik nafas buang nafas beberapa kali, supaya proses berpikir kembali on,” tutur Ayu.




