Flow2Max Tembus Filipina, PGEO Targetkan Instalasi Perdana Juni 2026

idxchannel.com
19 jam lalu
Cover Berita

PGEO menargetkan pemasangan perdana Flow2Max di lapangan panas bumi milik EDC pada pertengahan 2026.

Flow2Max Tembus Filipina, PGEO Targetkan Instalasi Perdana Juni 2026 (Foto: dok PGEO)

IDXChannel - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menargetkan pemasangan perdana Flow2Max di lapangan panas bumi milik Energy Development Corporation (EDC) Filipina pada Juni 2026. 

Flow2Max merupakan teknologi pengukuran dua fase (two phase flow meter) yang memungkinkan pemantauan aliran fluida secara real-time, sehingga operator dapat mengevaluasi kinerja serta memprediksi produktivitas sumur produksi dengan lebih akurat. 

Baca Juga:
PGEO-PLN Sepakati Tarif Listrik PLTP Ulubelu Bottoming Unit 30 MW

Inovasi ini dikembangkan dari riset studi doktoral oleh Manager Production and Operation Excellence PGE Mohamad Husni Mubarok saat menempuh pendidikan di University of Auckland.

Husni mengatakan, penggunaan Flow2Max juga memperkuat manajemen dan optimalisasi reservoir di setiap lapangan panas bumi, termasuk membantu mendeteksi dini potensi masalah teknis pada sumur. 

Baca Juga:
Targetkan Kapasitas 1,8 GW pada 2033, Pertamina Geothermal (PGEO) Ekspansi PLTP

"Kami harap penerapan teknologi Flow2Max dapat mendukung optimalisasi operasional, meningkatkan efisiensi produksi, serta memperkuat pengelolaan reservoir EDC secara berkelanjutan," katanya saat mengunjungi lapangan wet steam EDC di Leyte, Filipina.

Sementara itu, Head of Geothermal Technology and Innovation (Subsurface Team) EDC Erlindo Angcoy Jr menyampaikan ketertarikannya terhadap teknologi Flow2Max yang sesuai dengan profil lapangan dan kebutuhan EDC dalam mendukung optimalisasi kinerja sumur panas bumi.

Baca Juga:
Ganti Nahkoda, PGEO Tunjuk Ahmad Yani Jadi Dirut Utama

Manager Ops Asset Management & Optimization PGE Jati Permana Kurniawan menambahkan, perseroan dan EDC membahas berbagai aspek teknis, meliputi pemenuhan kebutuhan teknis, pengukuran lapangan, dan negosiasi harga, sebelum memasuki tahap manufaktur serta pengiriman perangkat menuju instalasi.

"Kami berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi ini, tidak hanya implementasi teknologi, tetapi juga melalui pertukaran pengetahuan dan penguatan kapabilitas teknis guna mendorong kemajuan sektor panas bumi di tingkat global," katanya dalam keterangan, Rabu (25/2/2026).

Baca Juga:
Pertamina Geothermal (PGEO) Jadi Calon Pelaksana Survei dan Eksplorasi di Cubadak Panti

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mendagri Tito Tegaskan Pengelolaan Sampah Butuh Pendekatan Hilir-Hulu yang Kuat
• 9 jam lalueranasional.com
thumb
Harga Emas Antam (ANTM) Anjlok Rp45 Ribu per Gram, Cek Selengkapnya
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Ketua Banggar DPR Kritisi Impor 105.000 Mobil Niaga dari India: Ancaman bagi Industri Dalam Negeri
• 11 jam lalusuara.com
thumb
Alyssa Soebandono Tegaskan Tak Pernah Terima Beasiswa LPDP: S1 Biaya Sendiri, S2 Beasiswa Swasta
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
Tahun Ketiga, Mastercard Strive Meningkatkan Dukungan ke 500.000 Pelaku UMK
• 9 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.