Setelah bergabung dengan Board of Peace (BoP), Indonesia sepakat akan mengirim pasukan ke Gaza. Presiden Prabowo menyatakan Indonesia siap mengirim lebih dari 8 ribu pasukan ke sana.
"Pencapaian gencatan senjata itu nyata, kami memuji hal ini. Dan oleh karena itu, kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menyumbangkan sejumlah besar pasukan, hingga 8.000 atau lebih jika diperlukan," kata Prabowo, dalam pernyataan yang disampaikan di KTT Perdana BoP Kamis (19/02) waktu setempat.
Pertanyaannya, berapa dana yang dibutuhkan bila Indonesia mengirim ribuan pasukan TNI ke Gaza?
Butuh Dana hingga Rp 16 TriliunPemerintah Indonesia hingga saat ini belum membeberkan berapa biaya yang dibutuhkan untuk mengirim pasukan ke Gaza. Namun menurut Penasihat Senior LAB 45 Andi Widjajanto, PBB atau NATO biasanya menggelontorkan dana sebesar USD 45 juta sampai USD 60 juta per tahun untuk 1.000 pasukan.
"Jadi standar PBB itu biasanya per seribu orang, lalu untuk penugasan satu tahun, yang dihitung baru gaji, tunjangan operasional, dan seterusnya, kalau pakai itu untuk personal cost-nya saja per tahun, 1.000 orang bisa sekitar 45 juta dolar sampai 60 juta dolar satu tahun (setara Rp Rp 757 miliar-Rp 1 triliun)," jelas Andi saat dihubungi kumparan, Selasa (24/2).
Skema pendanaan yang Andi sebut salah satunya bisa dilihat dari biaya operasi pasukan perdamaian PBB. Dalam misi United Nations Disengagement Observer Force (UDOF) di Golan, Suriah, misalnya, operasi tersebut melibatkan 1.074 personel. Dana yang digelontorkan untuk kebutuhan personel saja mencapai USD 41,9 juta atau setara Rp 705 miliar per tahun.
Andi menjelaskan, angka tersebut belum mencakup biaya operasional selama misi berlangsung. Artinya, dana yang disebutkan baru sebatas kebutuhan awal. Jika biaya-biaya lain digabungkan, kebutuhan dana naik dua kali lipat, yakni berkisar antara USD 90 juta sampai USD 120 juta (Rp 1,51 triliun-Rp Rp 2,02 triliun).
"Lalu 1.000 orang akan ada kebutuhan membangun markas, membangun infrastruktur untuk air, listrik, makanan, membentuk infrastruktur untuk gudang, ada juga fasilitas medis, kalau tadi ini hanya USD 60 juta dolar, seribu [1.000 pasukan], kira-kira begitu juga untuk kebutuhan logistik pasukan di sana," tambah Andi.
Berdasarkan skema yang dibeberkan Andi, hitung-hitungan 1.000 pasukan tersebut tingal dikalikan 8. Mengingat Indonesia kemungkinan bakal mengirimkan 8.000 pasukan. Nah seturut dengan paparan Andi, biaya operasional besarnya sama dengan biaya personel.
Maka, total anggaran minimum yang harus dikeluarkan pemerintah diprediksi mencapai USD 720 juta atau setara Rp 12 triliun dalam setahun. Sementara total anggaran maksimal dalam setahun berada di angka USD 960 juta atau Rp 16 triliun. Kurs yang digunakan adalah kurs per 24 Februari 2026 yaitu 1 USD setara dengan Rp 16.833.
Sumber DanaMenteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, sempat menjelaskan soal sumber dana yang akan dipakai untuk mengirimkan pasukan Indonesia ke Gaza. Ia mengatakan pengiriman pasukan menggunakan dana kontribusi dari swasta maupun negara.
"Jadi nanti masalah keuangan sejauh ini itu seperti kemarin di Board of Peace itu juga ada beberapa yang komitmen untuk kontribusi baik private maupun negara, itu juga akan digunakan untuk menopang semua operasional," kata Sugiono dalam keterangannya di Washington DC, AS, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (21/2).
Meski begitu, Sugiono mengatakan Indonesia juga akan mengeluarkan sejumlah biaya untuk pengiriman pasukan tersebut.
"Tapi kita juga sebagai pengirim pasukan ya pasti mengeluarkan biaya," jelas Sugiono.
Sugiono memang belum merinci sumber pendanaan untuk operasi tersebut. Namun, menurut Andi, sejumlah misi kontribusi bersama PBB biasanya menggunakan pos anggaran Kemhan. Nantinya, anggaran tersebut akan dikoordinasikan oleh KBRI di negara terkait.
"Biasanya itu diurus oleh Kemlu, sifatnya kan reguler. Jadi dananya keluar dari Kemhan. Interaksi antara Kemlu melalui perwakilan di sana, dan kemudian melakukan reimburse-nya ke negara. Dari negara ke Kemhan, dari BoP di-reimburse ke Kemhan," jelasnya.
"Dana awal dari APBN," tambah dia.
Diketahui bahwa pagu Kemhan pada APBN 2026 sebesar Rp 187,1 triliun.





