Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan potensi wakaf saat ini lebih besar dari zakat. Menurut Nasaruddin hal itu bahkan sudah terjadi sejak zaman Nabi Muhammad.
"Bahkan di dalam Al-Qur'an zakat juga tidak populer, tidak juga di zaman sahabat," ungkap Nasaruddin dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah Indonesia 2026 bertema "Pengarustamaan Ekonomi Syariah Sebagai Pilar Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional" di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya zakat tidak bisa dijadikan soko guru, karena wakaf lebih baik dan di beberapa negara wakaf sudah menjadi sumber untuk memakmurkan umat. Secara spesifik, bahkan Nasaruddin menyebut Turki sebagai salah sayu negara sukses yang mengelola wakaf. Bahkan, menurut Nasaruddin, di Turki sekolah-sekolah banyak dibangun dengan dana dari wakaf.
Nasaruddin juga membeberkan, berdasarkan data penelitian, potensi zakat maal di Indonesia mencapai Rp 327 triliun, namun yang baru berhasil dihimpun Baznas adalah Rp 41 triliun. Sementara itu, potensi wakaf uang diperkirakan Rp 180 triliun per tahun, tetapi realisasinya baru sekitar Rp 3 triliun.
"Kami sudah membahas ini dengan Presiden Prabowo, kami juga menjelaskan bahwa potensi wakaf 400% lebih banyak dari wakaf dan Presiden juga mengerti hal tersebut," jelas Nasaruddin.
Namun menurut Nasaruddin yang terbaik dari wakaf adalah peruntukannya yang jelas, tidak seperti zakat. Oleh karena itu, ke depan Kementerian Agama menurut Nasaruddin akan terus mendorong hal ini.
(dpu/dpu) Add as a preferred
source on Google



